Lalu, setelah pulang kembali ke rumah,
ibu dengan tiba-tiba tidak tahan bau ikan dan daging, dan merasa mual
untuk memakannya. Setelah itu, dia berkata kepada saya bahwa dia ingin
menjadi seorang vegetarian selama sisa hidupnya dan pindah ke tempat
lain karena dia tidak bisa tahan masakan ikan dan daging di tempat dia
tinggal. Saya segera membawa dia untuk tinggal bersama saya dan
keluarga saya agar dia dapat makan makanan vegetarian bersama kami.
Selanjutnya, dia tidak hanya menjadi seorang vegetarian tapi juga
belajar meditasi Metode Kemudahan.
Guru pernah berkata bahwa secepat kita
memutuskan untuk menjadi vegetarian, Tuhan akan memberkati kita dan
membantu kita melaksanakannya. Dan walaupun Guru dengan bercanda
berkata untuk membiarkan saya menolong ibu saya menjadi vegetarian,
dalam kenyataannya, Guru telah memberkati ibu saya secara diam-diam
dengan daya kuasa cinta-kasih untuk mengubah ibu saya menjadi seorang
vegetarian sejak saat itu juga.
Dengan demikian, kami bersama-sama
tinggal dalam sebuah rumah tangga keluarga Quan Yin, dimana lagu
puji-pujian merdu yang dibawakan Guru dimainkan terus-menerus di
dalam rumah.
Setelah beberapa tahun kemudian, ibu
saya memiliki banyak pengalaman Cahaya dan Suara Batin seperti halnya
para praktisi Quan Yin yang lain. Sebagai contoh, dia sekali menanyakan
saya, ”Apakah kamu datang ke ruang tidur saya tadi malam?” Dan saya
menjawab, ”Tidak.” Lalu dia berkata, ”Saya bertanya-tanya apakah
seseorang telah masuk ke ruang saya untuk menyalakan lampu, tetapi saya
tidak melihat seorang pun ketika saya membuka mata.” Kadang-kadang dia
dapat juga mendengar suara Guru berkumandang di dalam kepalanya!
Setiap harinya, ibu saya dengan penuh
hormat terus mengingat dan mengucapkan nama Guru. Pada beberapa
kesempatan, anggota keluarga yang lain mengira bahwa dia sedang
beryanyi atau berbicara kepada Guru seolah-olah Guru ada di depannya.
Pada kesempatan lainnya, dia secara alamiah mengetahui apa yang perlu
kami lakukan dan bahkan mengingatkan anggota keluarga mengenai hal itu.
Misalnya, dia akan berkata, ”Sebelum memakan sesuatu, kamu harus
mengucapkan nama Guru kemudian memakannya.”
Lebih dari dua bulan sebelum ibu saya
yang berusia lanjut meninggal dunia, dia terjatuh dan banyak rekan
inisiat mengunjunginya. Mereka menghiburnya, dan berkata,”Anda
baik-baik saja. Anda akan berumur panjang!” Tetapi dia mengetahui
dengan baik dan menjawab,”Tidak, paling lama lagi dua bulan.” Selama
seminggu sebelum kepergiannya, dia hanya minum sedikit susu dan
berbaring di tempat tidur sepanjang hari, ditemani oleh lagu rekaman
Guru di tempat tidurnya. Kemudian, pada tanggal 16 Mei 2004, dia
meninggalkan dunia ini di Orange County, CA, Amerika Serikat, pada usia
102 tahun.
Setelah itu, walaupun tangan, kaki dan
tubuh bagian bawahnya sudah menjadi dingin, tetapi tubuh bagian
atasnya, terutama dari leher keatas, tetap hangat. Menurut kitab suci
agama Buddha, ini adalah suatu tanda dari seseorang yang telah mencapai
tingkatan lebih tinggi dan terlahir di Tanah Suci. Selain itu, setelah
meninggal, tubuhnya tampak tetap sehat dan terlihat seperti orang yang
tidur dengan tenang. Akan tetapi, ketika cucu dan kemenakan
perempuannya akan memakaikan pakaian indah untuk pemakaman, mereka
tidak dapat melakukannya karena tangan-tangannya sama sekali kaku.
Akhirnya, seorang dari kemenakan berkata,”Nenek! Tolong lemaskan
tangan-tanganmu supaya saya dapat memakaikan pakaian untukmu”.
Tangan-tangannya saat itu secara tiba-tiba melunak dan melemas
seolah-olah dia masih hidup!
Dengan demikian, sekali lagi saya
menyaksikan berkah Guru turun kepada ibu saya yang lanjut usia. Saya
senantiasa merasa sangat bersyukur kepada Guru karena telah menjaganya
sampai tahun-tahun terakhir hidupnya di bumi.