Sebelum saya diinisiasi ke dalam metode Quan Yin,
meskipun sudah berumur lebih dari enam puluh tahun, saya masih bertani
sendiri dan mengurus tanah seluas lima belas Ha. Akan tetapi, hasil
panen yang sedikit selama tiga tahun berturut-turut membuat kehidupan
saya menjadi sangat sulit. Kemudian, saya bertanya-tanya kapan
masa-masa sulit ini akan berakhir. Masa depan terlihat suram, dan saya
sering meratap dengan putus asa dan kesepian. Pada suatu malam saya
bermimpi mengenai dua peri yang berpakaian putih membawa saya dalam
kereta yang ditarik oleh kuda ke kawasan pertambangan tempat saudari
saya tinggal. Saya berlutut dan memohon kepada para peri untuk membantu
menemukan pekerjaan di sana agar saya dapat memperoleh penghasilan,
lalu mereka setuju untuk menolong saya.
Saya
begitu takjub ketika saya bangun dari mimpi hingga saya segera
mengunjungi saudari saya, seorang praktisi Metode Kemudahan, yang
menyarankan saya untuk berlatih rohani secepatnya ketika dia melihat
saya. Dia juga menambahkan bahwa hanya melalui pengolahan rohani maka
saya dapat mencapai suka cita yang paling besar dalam hidup dan menjadi
terbebaskan dari jurang kesengsaraan duniawi. Saya segera terpikir akan
mimpi saya, dan memutuskan untuk tinggal di rumah saudari saya. Atas
berkah Guru, saya segera menemukan pekerjaan sementara sehingga saya
dapat mengatasi kesulitan keuangan saya. Saya bekerja keras, sementara
menunggu waktu untuk diinisiasi ke dalam Metode Quan Yin.
Kemudian
di bulan April 2002, saya akhirnya diinisiasi, dan keajaiban lainnya
terjadi. Selama satu sesi meditasi. Guru muncul dan berkata kepada
saya, “Belilah sebuah rumah.” Walaupun saya merasa terlalu cepat untuk
memiliki rumah sendiri karena saya dapat tinggal bersama saudari saya,
saya ikuti petunjuk Guru dan mengumpulkan pendapatan saya untuk membeli
rumah. Kebetulan pada saat itu seorang pria yang tinggal dekat
pengunungan yang tandus sedang menjual pondok peristirahatannya yang
kecil dengan harga yang luar biasa murahnya, seharga RMB300 (kira-kira.
30 dolar AS). Saya segera mengumpulkan pendapatan saya bersama uang
teman saya dan membeli tempat itu. Namun, kurang dari sepuluh hari
setelah hak milik dengan resmi diserahkan kepada saya, saya menjadi
takjub, mengetahui bahwa daerah sekitar rumah itu telah ditetapkan
sebagai daerah kawasan pariwisata, dan semua rumah harus dipindah ke
tempat lain. Pemerintah memberikan ganti rugi kepada saya sebesar
RMB11.000 (kira-kira. 1.325 dolar AS), dan dengan uang sebanyak itu
saya dapat menunjang kehidupan saya sendiri. Saya berhenti bekerja dan
mulai membaktikan diri dengan rajin untuk berlatih rohani. Saya
menyadari bahwa Guru-lah yang telah membuat pengaturan yang luar biasa
ini.
Sejak
diinisiasi, saya bermeditasi selama delapan jam sehari, dan sekarang
sejumlah rekan inisiat bergabung dengan saya secara teratur untuk
bermeditasi kelompok. Saya telah mengalami banyak penglihatan batin dan
keajaiban, dan tetap dalam kondisi sehat. Walaupun saya tidak pernah
bersekolah dan tidak dapat menulis, bahkan jika saya mampu menulis
surat kepada Guru, kata-kata yang paling indah tidak dapat
mengungkapkan cinta saya kepada Guru. Yang hanya dapat saya katakan
adalah “Terima Kasih, Guru!”