Di bulan Oktober 2001 saya menerima inisiasi dan sejak itu saya merasa tersentuh oleh cinta-kasih Guru yang tak terbatas terhadap makhluk hidup. Sebagai contoh, suatu hari keponakan saya, seorang anak laki-laki yang hampir berumur dua tahun, menemukan sebuah foto Guru di ruang tidur anak saya. Anak kecil itu terpikat oleh foto tersebut dan menatapnya lama. Beberapa saat kemudian, anak-anak kembali ke ruangan mereka dan melihat lelaki kecil itu mencium foto Guru. Mereka heran dan tidak dapat mempercayai penglihatan mereka.
Karena mempunyai sifat nakal, mereka kemudian memutuskan untuk memainkan suatu siasat kepada kemenakan lelaki saya itu dengan menyembunyikan foto Guru di antara banyak foto keluarga dan menaruh semuanya di atas tempat tidur. Tak lama kemudian, anak lelaki itu mulai menggulirkan foto satu per satu, menemukan foto Guru dan mulai menciumnya lagi. Anak-anak lainnya kembali merasa heran dan berdiri diam. Mereka kemudian melaporkan adegan itu kepada saya sewaktu pulang dari kerja, dan saya sama herannya serta tidak dapat mengerti bagaimana kemenakan lelaki saya itu merasa akrab dengan foto Guru meskipun ia belum pernah berjumpa dengan Guru.
Saya dengan tulus berterima kasih kepada Guru karena telah menyentuh hati anggota keluarga saya, memberkahi mereka dengan pengalaman ini selagi saya bertugas di tempat kerja yang jauh.
Saya juga bersyukur kepada Guru karena
telah menguatkan hati saya melalui berkah dan ajaranNya lewat Metode
Quan Yin. Setelah dapat mengatasi ketakutan yang sering saya rasakan
pada kehidupan saya, sekarang saya mengerti bahwa Guru mengenal
murid-muridNya dengan akrab, secara terus-menerus menyempurnakan saya
dalam berkarir sebagai seorang teknisi listrik dan menjadikan saya
seorang praktisi Quan Yin yang sejati.