Lima tahun yang
lalu, saya dioperasi karena radang usus buntu, dan menurut dokter,
operasi itu berjalan dengan baik. Karena itu, setelah dua bulan
perawatan, saya mulai lagi latihan olah raga kesukaan saya. Pada waktu
itu, saya belum mengenal Maha Guru Ching Hai. Namun demikian, Guru
telah mengenal dan menjaga saya. Kemudian, saya mengenal Guru, dan di
bulan Desember 2002 menerima inisiasi. Sejak saat itu saya selalu
mencoba bermeditasi sebaik mungkin dan sering mengalami keajaiban dan
mukjizat melalui berkah Guru baik di alam batin maupun di dunia ini.
Setelah
saya dioperasi, saya tidak mengalami radang serius yang memerlukan
operasi. Sampai bulan Januari 2004, saya mengalami kesakitan yang luar
biasa karena peradangan. Hari demi hari, keadaan penyakit saya menjadi
semakin parah, dan memerlukan operasi lagi. Karena itu, saya pergi ke
rumah sakit dan dokter saya menegaskan bahwa saya perlu dibedah, dan
dia menambahkan bahwa operasi itu tidak akan mudah bagi saya. Pada
bagian radang tersebut harus dilakukan pengobatan dengan menggunakan ‘ultrasound’, namun demikian, saya
tidak jadi dioperasi pada waktu itu.
Tanggal
tanggal 28 Januari 2004, pada hari Minggu setelah kunjungan saya ke
rumah sakit, saya bergabung dengan sesi meditasi kelompok di Center
Benin. Setelah kurang lebih tiga jam meditasi, rasa sakit saya semakin
menjadi kuat sehingga saya tidak dapat bermeditasi Suara. Pada saat itu
saya merasa perlu pergi ke kamar mandi untuk melegakan diri dan
tiba-tiba mengalami rasa gatal yang kuat dalam perut saya. Kemudian
saya mengangkat baju dan memperhatikan ada suatu luka kecil di badan
saya dan saya melihat ada gerakan di dalamnya. Saya memencet di sekitar
luka dan sesuatu yang terlihat seperti belatung berwarna putih dengan
cepat bergerak ke luar dan jatuh di lantai. Adegan ini berakhir selama
kurang lebih enam menit. Selama waktu tadi, saya mengeluarkan banyak
berkeringat, dan keringat itu baru berhenti pada saat saya mulai
bermeditasi lagi. Ttiba-tiba keinginan untuk melegakan diri menghilang,
rasa sakit dan peradangan berhenti dan saya mendengar diri saya
berteriak, “Wah! Guru telah mengoperasi saya. Saya sembuh.” Setelah
pengalaman ini, saya merasa tidak perlu lagi menjalani operasi.
Pada
akhir sesi meditasi, saya membicarakan pengalaman saya kepada beberapa
saudara dan mereka bersuka cita dengan saya. Seorang dari mereka
berkata kepada saya bahwa ”belatung” itu adalah sisa sampah lama dari
dalam badan saya yang telah dikeluarkan.
.
Sekarang
suka cita saya tidak dapat dilukiskan. Saya merasa bahwa saya telah
menemukan Guru Sejati yang hidup yang dapat menanggapi semua keperluan
saya di luar dan di dalam. Terima kasih Guru, atas dukunganMu di dunia
ini, atas kasih sayangMu dan atas semua yang telah Engkau berikan bagi
umat manusia.