Keajaiban Guru

oleh saudara-inisiat Houngbedji Eric, Benin (asal dalam bahasa Inggris)

Lima tahun yang lalu, saya dioperasi karena radang usus buntu, dan menurut dokter, operasi itu berjalan dengan baik. Karena itu, setelah dua bulan perawatan, saya mulai lagi latihan olah raga kesukaan saya. Pada waktu itu, saya belum mengenal Maha Guru Ching Hai. Namun demikian, Guru telah mengenal dan menjaga saya. Kemudian, saya mengenal Guru, dan di bulan Desember 2002 menerima inisiasi. Sejak saat itu saya selalu mencoba bermeditasi sebaik mungkin dan sering mengalami keajaiban dan mukjizat melalui berkah Guru baik di alam batin maupun di dunia ini.

Setelah saya dioperasi, saya tidak mengalami radang serius yang memerlukan operasi. Sampai bulan Januari 2004, saya mengalami kesakitan yang luar biasa karena peradangan. Hari demi hari, keadaan penyakit saya menjadi semakin parah, dan memerlukan operasi lagi. Karena itu, saya pergi ke rumah sakit dan dokter saya menegaskan bahwa saya perlu dibedah, dan dia menambahkan bahwa operasi itu tidak akan mudah bagi saya. Pada bagian radang tersebut harus dilakukan pengobatan dengan menggunakan ‘ultrasound’, namun demikian, saya tidak jadi dioperasi pada waktu itu.

Tanggal tanggal 28 Januari 2004, pada hari Minggu setelah kunjungan saya ke rumah sakit, saya bergabung dengan sesi meditasi kelompok di Center Benin. Setelah kurang lebih tiga jam meditasi, rasa sakit saya semakin menjadi kuat sehingga saya tidak dapat bermeditasi Suara. Pada saat itu saya merasa perlu pergi ke kamar mandi untuk melegakan diri dan tiba-tiba mengalami rasa gatal yang kuat dalam perut saya. Kemudian saya mengangkat baju dan memperhatikan ada suatu luka kecil di badan saya dan saya melihat ada gerakan di dalamnya. Saya memencet di sekitar luka dan sesuatu yang terlihat seperti belatung berwarna putih dengan cepat bergerak ke luar dan jatuh di lantai. Adegan ini berakhir selama kurang lebih enam menit. Selama waktu tadi, saya mengeluarkan banyak berkeringat, dan keringat itu baru berhenti pada saat saya mulai bermeditasi lagi. Ttiba-tiba keinginan untuk melegakan diri menghilang, rasa sakit dan peradangan berhenti dan saya mendengar diri saya berteriak, “Wah! Guru telah mengoperasi saya. Saya sembuh.” Setelah pengalaman ini, saya merasa tidak perlu lagi menjalani operasi.

Pada akhir sesi meditasi, saya membicarakan pengalaman saya kepada beberapa saudara dan mereka bersuka cita dengan saya. Seorang dari mereka berkata kepada saya bahwa ”belatung” itu adalah sisa sampah lama dari dalam badan saya yang telah dikeluarkan.
.

Sekarang suka cita saya tidak dapat dilukiskan. Saya merasa bahwa saya telah menemukan Guru Sejati yang hidup yang dapat menanggapi semua keperluan saya di luar dan di dalam. Terima kasih Guru, atas dukunganMu di dunia ini, atas kasih sayangMu dan atas semua yang telah Engkau berikan bagi umat manusia.

Guru Mengatur Segalanya pada Jalur Kerohanian Saya
Seorang Anak Lelaki Kecil yang Tulus Mencintai Guru
Berkah Guru Menjangkau Semua yang Bertemu dengan-Nya