T: Guru terkasih,
belakangan ini banyak sekali terjadi perang, pertempuran dan bencana
alam di dunia dan saya sangat sedih dan khawatir. Apa yang harus kita
lakukan selain dari bermeditasi lebih banyak?
G:Kasih
adalah penyelesaian satu-satunya. Tapi kebanyakan orang menyembunyikan
kasih mereka di dalam hati mereka karena takut disakiti atau karena
pengalaman masa lalu dengan orang lain atau makhluk lain. Karenanya,
mereka menarik kasih mereka. Kalau tidak, kita semua terlahir dengan
kasih.
Kasih adalah intisari dari keberadaan kita, tetapi kemudian ketika kita
berbenturan dengan makhluk lain di planet fisik ini atau di alam
semesta, dan disakiti atau terluka secara emosi, fisik atau mental,
kita tetap mengingat semua pengalaman buruk ini; kita menyimpan semua
pengalaman negatif ini. Dan kita merasa sulit untuk membuka kasih kita
kembali pada dunia karena kita khawatir disakiti atau dikecewakan dan
seterusnya.
Alasan adanya perang dan kesulitan satu sama lain adalah karena kita
selalu hidup di masa lalu. Kita harusnya hidup seperti binatang; mereka
hidup di masa kini. Mereka selalu berada di masa kini. Misalnya, seekor
anjing: Anda marahi dia dan mungkin Anda pukul pantatnya, dan demikian
juga dengan anak-anak. Tapi kemudian, bila Anda panggil dia kembali dan
mengasihinya, dia datang menggoyangkan ekornya, atau si anak segera
datang berlari kepadamu. Mereka tidak mengingat apa yang Anda lakukan
pada mereka meskipun baru semenit berlalu. Beginilah seharusnya kita
hidup bersama dengan yang lainnya.
Tapi sedihnya, kebanyakan dari kita hidup di masa lalu, hidup di dalam
kenangan kita. Masa lalu tetaplah masa lalu tapi kita selalu membawanya
ke masa kini, kemudian masa kini pada gilirannya mempengaruhi masa
depan kita. Karena masa kini menjadi masa lalu lagi dan lalu kita
selalu mengingat segala peristiwa yang tidak menyenangkan ini, dan kita
merasa kesulitan untuk menjadi bahagia di masa kini.
Sama halnya dengan latihan kita. Seperti kebanyakan orang yang selalu
hidup di masa lalu, dengan “Yesus” di masa lalu, “Buddha” di masa lalu,
atau Santo (Orang Suci) ini dan Santo itu, lalu mereka lupa untuk
membuat diri mereka menjadi Santo atau menjadi anak Yesus, untuk berada
di tingkatNya lagi. Jadi, dunia seharusnya melupakan masa lalu sama
sekali, melupakan derita masa lalu dan melupakan segala peristiwa yang
buruk. Belajar dari situ dan tumbuh dari situ, bagaikan bunga yang
tumbuh dari pupuk yang jelek, kotor, bau, jorok , tetapi ia dapat
tampil elok untuk dinikmati semua orang. Inilah cara kita menghentikan
peperangan, pertempuran, perebutan kekuasaan dan kesulitan.
Tapi kalian tahu, kita masih berada di dunia ini. Kita bisa bicara
begitu dan mungkin kita bisa bersikap begitu di antara kita sendiri.
Karena kita adalah pelatih kedamaian, kita bisa menikmati kedamaian,
dan kita tahu cara untuk menemukan kedamaian pada saat sedih atau
kesulitan. Tapi, kebanyakan orang di dunia tidak bisa melakukan itu.
Karena itu, walaupun kita berlatih dengan baik, kita masih harus
berbagi penderitaan, kesalahpahaman, perang dan kesulitan dunia secara
umum. Kita harus berlatih lebih giat agar punya lebih banyak pengaruh
dan atmosfer yang lebih baik bagi dunia. Dan kemudian, lebih banyak
orang mungkin akan mengikuti kita, dan perang pun akan berkurang.
Itulah penyelesaian satu-satunya.
Selaras dengan
Kekuatan Guru Dapat Melenyapkan Ketakutan
T: Sebelum saya
merencanakan suatu proyek dalam kehidupan ini, bisakah saya bertanya
pada Tuhan atau Guru untuk memberi saya kebijakan dan keberanian untuk
mengatasi rasa takut saya? Guru, tolonglah saya mengatasi kebodohan
saya supaya bisa meningkatkan kebijakan saya.
G:Oh, tentu. Tuhan selalu siap. Kekuatan Guru selalu ada
di sana untuk menolong Anda. Bukalah diri Anda; bersifat menerima.
Percayalah bahwa Kekuatan Guru sedang menolong Anda. Selaraskan dengan
kekuatan itu. Jadi satu dengannya.
|