G:Ya. Kita tidak memerlukan segala sampah itu. Kita
harus senantiasa mencoba mengoreksi pikiran kita karena ia selalu
membuat kesalahan. Anda merasa bahagia, dan kemudian sesuatu terjadi
dan Anda mungkin mulai berpikir negatif. Pada saat itu, gunakan segala
kekuatan Anda dari meditasi untuk menyingkirkannya. Katakan, “Tidak,
aku tidak perlu engkau. Engkau adalah tamu yang tidak diundang. Selamat
tinggal.” Kalau tidak, kekuatan negatif mencoba setiap saat untuk
mencuri saat-saat positif kita.
Setiap kali Anda mencoba berbahagia atau saat Anda bahagia, seseorang
datang dan melakukan hal yang buruk, atau menyuruh atau mengganggu
Anda. Atau sesuatu lainnya terjadi, dan perasaan Anda segera berubah:
“Anda tak boleh begitu! Bla, bla, bla…” Dan Anda mulai kehilangan
kebahagiaan yang baru saja Anda nikmati, ini adalah tipuan iblis. Jadi,
kita harus selalu giat dan mengusir perasaan atau pikiran negatif
apapun setiap saat karena kita sesungguhnya adalah satu.
Sering kali saya merasa tak ingin pergi keluar dan bicara karena saya
merasa kita semua bersifat transparan. Saya merasa tak bisa bercakap
buruk mengenai orang lain tanpa orang itu mengetahuinya atau melihat
atau mendengarkan saya.
Jadi, itu sebabnya Anda perlu menjaga mulut serta pikiran Anda tetap
positif; karena Anda tak bisa sembunyi. Setelah kita mulai melakukan
meditasi, kita tak bisa sembunyi dari siapapun. Kita transparan. Kita
ada dimanapun, dan kita satu dengan semua orang. Dan itulah hal yang
sangat baik dari meditasi pada kesadaran Tuhan karena kita benar-benar
terhubung, dan itulah cara kita memperbaiki diri kita. Meskipun kita
tidak ingin, kita tetap jadi lebih baik dan makin baik.
T: Benar. Sekarang,
bahkan kesalahan sekecil apapun yang saya lakukan, mengganggu saya.
G:Ya!
Anda mengoreksi diri Anda dengan segera.
T: Atau sesuatu terjadi
untuk mengoreksi saya?
G:Ya, itu
benar, mungkin sakit kepala, atau mungkin suatu kehilangan atau bisa
jadi hal lain. Bagus, saya gembira sekali karena saya tahu Anda
mengalami kemajuan. Saya tahu bahwa kalian sungguh mengalami kemajuan,
setiap orang dari kalian, bahkan yang disebut praktisi yang paling
malas pun. Meskipun saya mencela atau memarahi kalian, saya tahu dalam
hati bahwa kalian baik-baik saja. Kalian oke; kalian mengalami
kemajuan, dan mungkin saya hanya mendorong kalian sedikit lebih keras
dari seharusnya. Tapi saya harus jadi ibu dan ayah dan segala macam.
Itu juga sukar bagi saya. Maklumilah, ya? (Guru tertawa.) Maafkan kalau
saya keras terhadap kalian sewaktu-waktu, tapi itu perlu, itu baik.