Maha Guru Ching Hai memperlihatkan bakat
khusus untuk menggambarkan alam spiritual. LukisanNya sering kali
memberikan inspirasi dan membangunkan manusia dengan menyampaikan pesan
yang menyentuh hati. Patut dicatat bahwa ekspresi inilah yang
membedakan antara Dia dengan ilustrasi rasional yang terlihat di hampir
semua karya pelukis lainnya. Jujur dan terus terang terhadap
perasaanNya sendiri telah memberikan gaya yang murni dan romantis. Akan
tetapi lukisanNya selalu membangkitkan sentimen positif bagi para
pecinta seni.
Lukisan Maha Guru Ching Hai lebih dari sekedar reproduksi foto, dengan
ringan ia dapat memindahkan subyek lukisanNya dan memberikan pandangan
baru di dalam proses berkreasi. Tidak ada yang lebih mudah bagiNya
daripada menggambarkan dunia spiritual. Dengan begitu, lukisan Maha
Guru Ching Hai mungkin saja indah untuk dipandang dengan mata tetapi
lebih baik lagi bila dipandang dengan hati kita.
Dengan gaya melukis impresionis, karya Maha Guru Ching Hai menekankan
variasi cahaya dan bayangan. Maha Guru tidak pernah belajar melukis
secara akademis. Waktu melukis, Dia tidak membuat sketsa awal tapi
langsung menggoreskan warna-warni di kanvas, menciptakan gradasi warna
tiga dimensi. LukisanNya paling baik dilihat secara keseluruhan dari
struktur dan komposisi; jadi jangan melihatnya terlalu dekat. Mundur
beberapa langkah dan kita dapat merasakan tekanan dalam lukisan itu dan
juga harmoni serta koordinasi warna.
Karya Maha Guru Ching Hai sering kali memancarkan energi yang kuat.
Misalnya, lukisan “Stone Cave
(Gua Batu)” menggambarkan secara dinamik atom yang terus
menggelora. Kaya akan warna, lukisan ini memantulkan variasi gradasi
cahaya seperti yang terdapat di alam spiritual. Pada lukisan lainnya
berjudul “Filled with Grace (Penuh
dengan Rahmat)”, energi dilukiskan seperti zat cair yang selalu
berubah seperti pertunjukan sulap. Bunga-bunga bersinar, mengingatkan
kepada bintang-bintang cemerlang di malam hari dan warnanya bagaikan
cahaya lampu Natal.
Sebaliknya, lukisan “Longing (Rindu)”
membawa pengamat seni pada sebuah momen sejenak yang terlepas dari
tekanan dunia fisik. Komposisi dan warnanya menggambarkan tekanan dan
perselisihan, tapi dimodulasi dengan sungai yang cemerlang. Lukisan ini
secara kontras dan konflik sering kali memberikan kelegaan atau
bimbingan untuk instropeksi.
Karya Maha Guru Ching Hai kategori ini biasanya menampilkan garis-garis
saling memotong pada suatu sudut. Termasuk diantaranya adalah “The Stone Convention (Konvensi Batu)”,
yang ditandai dengan warna yang kontras, “Discussion (Diskusi)”,
menyampaikan pesan agar berhati-hati dan “Fear (Cemas)”, dimana bunga di
dalam vas mencoba untuk menyelamatkan diri, semuanya memberikan
kebebasan dari perasaan menekan. Dalam lukisan “Heavenly Flower (Bunga Surgawi)”,
garis-garis mendatar digunakan untuk menggambarkan keseimbangan. Selain
itu, corak warna yang cerah menampilkan alam yang sangat harmonis.
Lukisan pastel Maha Guru juga sama uniknya, murni, anggun dan lembut
dalam gaya, dengan perasaan yang dalam diekspresikan melalui
warna-warni pastel ini.
Biasanya pelukis menjiwai seni lukis setelah latihan yang lama dan
intensif. Akan tetapi, Maha Guru Ching Hai hanya bertumpu pada
kebijaksanaan dan pengalaman spiritual untuk melukis. Ini menjelaskan
bagaimana Dia dapat meraih sukses dalam waktu yang singkat. Mungkin
saja semua teknik melukis yang ada tidak cukup untuk mengekspresikan
betapa kaya dunia batin Maha Guru Ching Hai!