Images for the Heart

Bagi Maha Guru Ching Hai, melukis adalah suatu cara untuk mengekspresikan sensasi dan penglihatan secara lugas dengan goresan kuas lukisNya. Teknik melukisNya dapat mengungkapkan kemurnian yang jauh melampaui artis biasa yang mengutamakan segi artistik. Bila Maha Guru Ching Hai meragukan bakatNya, tidak mungkin lukisanNya dilukis dengan gaya  murni dan lugu.

~David Wu


Maha Guru Ching Hai memperlihatkan bakat khusus untuk menggambarkan alam spiritual. LukisanNya sering kali memberikan inspirasi dan membangunkan manusia dengan menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Patut dicatat bahwa ekspresi inilah yang membedakan antara Dia dengan ilustrasi rasional yang terlihat di hampir semua karya pelukis lainnya. Jujur dan terus terang terhadap perasaanNya sendiri telah memberikan gaya yang murni dan romantis. Akan tetapi lukisanNya selalu membangkitkan sentimen positif bagi  para pecinta seni.

Lukisan Maha Guru Ching Hai lebih dari sekedar reproduksi foto, dengan ringan ia dapat memindahkan subyek lukisanNya dan memberikan pandangan baru di dalam proses berkreasi. Tidak ada yang lebih mudah bagiNya daripada menggambarkan dunia spiritual. Dengan begitu, lukisan Maha Guru Ching Hai mungkin saja indah untuk dipandang dengan mata tetapi lebih baik lagi bila dipandang dengan hati kita.

Dengan gaya melukis impresionis, karya Maha Guru Ching Hai menekankan variasi cahaya dan bayangan. Maha Guru tidak pernah belajar melukis secara akademis. Waktu melukis, Dia tidak membuat sketsa awal tapi langsung menggoreskan warna-warni di kanvas, menciptakan gradasi warna tiga dimensi. LukisanNya paling baik dilihat secara keseluruhan dari struktur dan komposisi; jadi jangan melihatnya terlalu dekat. Mundur beberapa langkah dan kita dapat merasakan tekanan dalam lukisan itu dan juga harmoni serta koordinasi warna.

Karya Maha Guru Ching Hai sering kali memancarkan energi yang kuat. Misalnya, lukisan “Stone Cave  (Gua Batu)” menggambarkan secara dinamik atom yang terus menggelora. Kaya akan warna, lukisan ini memantulkan variasi gradasi cahaya seperti yang terdapat di alam spiritual. Pada lukisan lainnya berjudul “Filled with Grace (Penuh dengan Rahmat)”, energi dilukiskan seperti zat cair yang selalu berubah seperti pertunjukan sulap. Bunga-bunga bersinar, mengingatkan kepada bintang-bintang cemerlang di malam hari dan warnanya bagaikan cahaya lampu Natal.

Sebaliknya, lukisan “Longing (Rindu)” membawa pengamat seni pada sebuah momen sejenak yang terlepas dari tekanan dunia fisik. Komposisi dan warnanya menggambarkan tekanan dan perselisihan, tapi dimodulasi dengan sungai yang cemerlang. Lukisan ini secara kontras dan konflik sering kali memberikan kelegaan atau bimbingan untuk instropeksi.

Karya Maha Guru Ching Hai kategori ini biasanya menampilkan garis-garis saling memotong pada suatu sudut. Termasuk diantaranya adalah “The Stone Convention (Konvensi Batu)”, yang ditandai dengan warna yang kontras, “Discussion (Diskusi)”, menyampaikan pesan agar berhati-hati dan “Fear (Cemas)”, dimana bunga di dalam vas mencoba untuk menyelamatkan diri, semuanya memberikan kebebasan dari perasaan menekan. Dalam lukisan “Heavenly Flower (Bunga Surgawi)”, garis-garis mendatar digunakan untuk menggambarkan keseimbangan. Selain itu, corak warna yang cerah menampilkan alam yang sangat harmonis. Lukisan pastel Maha Guru juga sama uniknya, murni, anggun dan lembut dalam gaya, dengan perasaan yang dalam diekspresikan melalui warna-warni pastel ini.
Biasanya pelukis menjiwai seni lukis setelah latihan yang lama dan intensif. Akan tetapi, Maha Guru Ching Hai hanya bertumpu pada kebijaksanaan dan pengalaman spiritual untuk melukis. Ini menjelaskan bagaimana Dia dapat meraih sukses dalam waktu yang singkat. Mungkin saja semua teknik melukis yang ada tidak cukup untuk mengekspresikan betapa kaya dunia batin Maha Guru Ching Hai!


Catatan : David Wu adalah pelukis yang inovatif, menciptakan gaya melukis Wu Jin. Dia bekerja dari studionya di Old Street di daerah Tamsui, Taipei.

Pameran Lukisan Maha Guru Ching Hai