Dalam
artikel "Anda Mungkin Tidak Tahu: Kitab-Kitab Injil yang Hilang" dari
Majalah Berita # 81, penulis James Bean memulai dengan sebuah kutipan
dari Maha Guru Ching Hai tentang ketidak-sempurnaan dari Alkitab kita
di zaman modern ini: "Alkitab yang sejati terkunci di suatu tempat dan
kita tidak pernah diperbolehkan untuk melihatnya. Tetapi beberapa
[naskah] yg baru tergali dari tempat peninggalan zaman kuno - beberapa
bagian dari Alkitab itu telah keluar dan beberapa diantaranya
menyebutkan tentang reinkarnasi.”
Salah
satu bagian yang hilang ini muncul dari sebuah guci tanah yang penuh
dengan naskah-naskah kuno yang ditemukan oleh seorang petani di Nag
Hammadi, Mesir di tahun 1946. Ditulis dalam bahasa Coptic (sebuah
bahasa yang berasal dari bahasa Mesir kuno), naskah-naskah ini
bertanggal mundur hingga abad ke-4. Para ahli sejarah percaya bahwa
rahib-rahib dari sebuah biara di dekat tempat itu mengubur
naskah-naskah tersebut di dalam guci itu untuk menyelamatkannya dari
kehancuran.
Setelah
penemuan itu, termasuk yang disebut Injil
Santo Thomas, laporan-laporan mulai tersebar di Amerika Serikat
bahwa firman-firman baru Yesus telah ditemukan, dan secara tidak resmi
kitab itu disebut sebagai "Injil Kelima". Meskipun naskah itu tidak
pernah ditambahkan ke dalam versi-versi resmi dari Alkitab yang
diterbitkan, pentingnya Injil Thomas
tidak dapat dipungkiri. Injil itu berisi 114 peribahasa yang
dianggap berasal dari Yesus, yang bisa jadi sama tuanya seperti
naskah-naskah dalam Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes.
Pembuktian lebih lanjut atas keaslian kitab suci ini adalah kenyataan
bahwa bagian-bagian kitab yang dalam bahasa Yunani asli telah ditemukan
di Oxyrhynchus, Mesir, di akhir tahun 1800-an.
Injil Santo Thomas berbeda dengan
injil-injil resmi dalam hal tidak menceritakan tentang kehidupan Yesus,
tetapi hanya menyajikan ajaran-ajaranNya. Bapak Bean menggambarkan
Injil Thomas sebagai "sebuah koleksi dari pepatah-pepatah
spiritual Yesus dalam mencapai pencerahan dan menemukan kembali
Kerajaan Allah". Beberapa dari kata-kata mutiara ini serupa dengan
kata-kata mutiara yang ditemukan di dalam Alkitab, misalnya, perhatikan
kutipan berikut ini.
"Yesus
berkata, 'Kasihilah sahabatmu seperti jiwamu sendiri, lindungi mereka
seperti biji matamu.' Dan Yesus berkata, 'Engkau melihat kerat kayu di
dalam mata sahabatmu, tetapi engkau tidak melihat balok kayu di dalam
matamu sendiri. Jika engkau mengeluarkan balok kayu dari dalam
matamu sendiri, maka engkau akan melihat dengan cukup jelas untuk
mengeluarkan kerat kayu dari mata sahabatmu.'" (Terjemahan oleh Stephen
Patterson dan Marvin Meyer)
Kata-kata
ini sangat mirip dengan Matius 7: 1-5 dari Kitab Perjanjian Baru:
“"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena
dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi
dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok
di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata
kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau
akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata
saudaramu.”
Dan
peribahasa lainnya dari Injil Thomas
sangat mirip dengan perkataan Maha Guru Ching Hai: “Para
muridnya berkata, 'Tunjukkanlah kepada kami tempat dimana engkau
berada, karena kami harus mencarinya.' Dia berkata kepada mereka,
'Siapapun disini yang mempunyai dua telinga sebaiknya dengarkanlah! Ada
cahaya dalam diri orang yang tercerahkan, dan cahaya itu menyinari
seluruh dunia. Jika cahaya itu tidak memancar, maka terjadilah
kegelapan.'" (Diterjemahkan oleh Stephen Patterson dan Marvin Meyer)
Di
sini pesan Yesus ini mengingatkan bagian dari ceramah Guru yang
disampaikan di Formosa pada tahun 1992 dan yang baru-baru ini
diterbitkan di Majalah Berita #148:"[Bagi] kita yang berlatih Metode
Quan Yin, Cahaya di dalam diri kita tak terhingga, dan kedamaian batin
dan kasih kita tak terbayangkan. Ketika kita mengolah diri kita
secara spiritual di Formosa, hal itu tidak saja memberi manfaat kepada
rakyat Formosa, tetapi Cahaya kita menembus ke seluruh dunia.”
Dengan
demikian, naskah itu menjelaskan jalinan antara firman dan jalan
pikiran Guru-Guru zaman kuno dan modern yang menunjukkan kesatuan dan
ketiada-batasan waktu dari pesan Kebenaran Tuhan.
Lagi
pula, bagian Alkitab yang belum lama ditemukan ini memberikan
perspektif tambahan kepada apa yang kita peroleh dari membaca versi
"resmi" Alkitab. Misalnya, dalam Injil Thomas, Yesus diungkapkan
sebagai seorang Guru yang mengajari murid-muridNya, "Kita berasal dari
Cahaya, dari tempat dimana Cahaya itu terjadi dengan sendirinya,' dan
'Jika seseorang menjadi sempurna, dia akan dipenuhi dengan Cahaya.' Dan
juga, 'Dia yang akan minum dari mulutku akan menjadi seperti aku; Aku
sendiri akan menjadi orang itu, dan hal-hal yang tersembunyi akan
ditampakkan kepada orang itu.' Di sini gambaran tentang minum dari
mulut Kristus pastilah berkenaan dengan proses Inisiasi Quan Yin -
kontemplasi Suara, Firman atau Suara kosmik dari Tuhan.
Jadi,
penggalian kembali kitab-kitab suci seperti Injil Thomas membantu
menciptakan suatu kedalaman rasa yang lebih sempurna mengenai
ajaran-ajaran dan kehidupan Yesus. Naskah-naskah demikian juga
menyampaikan kepada para pembaca di abad ke-21 ini suatu pengertian
yang lebih jelas mengenai Yesus sebagai seorang Guru hidup, yang
pesannya dimaksudkan untuk membantu orang lain berhubungan langsung
dengan Tuhan melalui kontemplasi Cahaya dan Suara Batin, persis seperti
kata-kata dari Maha Guru Ching Hai sekarang. 