Jika kalian pernah menonton film
yang berjudul “Les Miserables”,
kalian tahu ada seorang tokoh polisi di film tersebut. Dia itu
baik, benar-benar baik. Dia terbuka dan jujur. Namun dia terlalu kaku,
terlalu fanatik. Jika ada orang yang melanggar sedikit hukum, sekalipun
mereka bertobat, memperbaiki diri dan melakukan banyak hal-hal baik
sebagai gantinya, dia tetap ingin memasukkan mereka ke penjara. Tidak
peduli berapapun nilainya; tidak ada pengecualian baginya. Sama sekali
tidak!
Dia bahkan menghukum dirinya sendiri karena melakukan kesalahan.
Pertama, ketika dia mencurigai walikota melakukan kesalahan, namun
kemudian mengetahui bahwa dirinya yang salah, dia meminta hukuman dari
walikota. Kedua, dia tersentuh oleh walikota yang sebelumnya
merupakan seorang kriminal, tetapi ia telah berubah menjadi seorang
yang berprikemanusiaan dan pengasih, orang yang penuh perhatian. Tetap
saja dia ingin memburu walikota tersebut dan memasukkannya kembali ke
dalam penjara. Namun, karena walikota itu begitu baik dan telah
menyentuh hati sang polisi, maka sang polisi ingin membebaskannya.
Tetapi setelah itu dia tetap mengangap walikota adalah seorang kriminal
dan sepantasnya mendapatkan hukuman. Jadi, karena dia membebaskan
walikota maka dia menghukum dirinya sendiri dan merasa dia harus bunuh
diri. Karena dia pikir bahwa dengan membebaskan bekas walikota itu,
seorang bekas kriminal yang telah berubah baik, maka dia telah
melakukan perbuatan kriminal dan melanggar hukum. Karena itu, dia
membunuh dirinya sendiri.
Begitulah, sebagian orang bisa sedemikian fanatiknya. Jadi, pilihlah
jalan hidup kalian sendiri; kalian bisa menjadi fanatik jika itu yang
kalian inginkan. Namun, jika kalian bertanya pada saya, akan saya
sarankan agar kalian bersikap santai dan alami saja. Jadilah lebih
fleksibel. Maka hidup kalian akan lebih mulus dan lebih menyenangkan.
Namun, jika kalian tidak bisa bersikap santai atau fleksibel, itupun
tidak apa-apa; biarkan saja. Tapi maafkanlah diri kalian.