Disampaikan oleh Maha Guru Ching Hai, Center Youngdong, Korea, 6 Mei 1998 (Asal dalam bahasa Inggris)  Kaset Video # 618


Jika kalian pernah menonton film yang berjudul “Les Miserables”, kalian tahu ada seorang tokoh polisi di film tersebut.  Dia itu baik, benar-benar baik. Dia terbuka dan jujur. Namun dia terlalu kaku, terlalu fanatik. Jika ada orang yang melanggar sedikit hukum, sekalipun mereka bertobat, memperbaiki diri dan melakukan banyak hal-hal baik sebagai gantinya, dia tetap ingin memasukkan mereka ke penjara. Tidak peduli berapapun nilainya; tidak ada pengecualian baginya. Sama sekali tidak!

Dia bahkan menghukum dirinya sendiri karena melakukan kesalahan. Pertama, ketika dia mencurigai walikota melakukan kesalahan, namun kemudian mengetahui bahwa dirinya yang salah, dia meminta hukuman dari walikota.  Kedua, dia tersentuh oleh walikota yang sebelumnya merupakan seorang kriminal, tetapi ia telah berubah menjadi seorang yang berprikemanusiaan dan pengasih, orang yang penuh perhatian. Tetap saja dia ingin memburu walikota tersebut dan memasukkannya kembali ke dalam penjara. Namun, karena walikota itu begitu baik dan telah menyentuh hati sang polisi, maka sang polisi ingin membebaskannya. Tetapi setelah itu dia tetap mengangap walikota adalah seorang kriminal dan sepantasnya mendapatkan hukuman. Jadi, karena dia membebaskan walikota maka dia menghukum dirinya sendiri dan merasa dia harus bunuh diri. Karena dia pikir bahwa dengan membebaskan bekas walikota itu, seorang bekas kriminal yang telah berubah baik, maka dia telah melakukan perbuatan kriminal dan melanggar hukum. Karena itu, dia membunuh dirinya sendiri.

Begitulah, sebagian orang bisa sedemikian fanatiknya. Jadi, pilihlah jalan hidup kalian sendiri; kalian bisa menjadi fanatik jika itu yang kalian inginkan. Namun, jika kalian bertanya pada saya, akan saya sarankan agar kalian bersikap santai dan alami saja. Jadilah lebih fleksibel. Maka hidup kalian akan lebih mulus dan lebih menyenangkan. Namun, jika kalian tidak bisa bersikap santai atau fleksibel, itupun tidak apa-apa; biarkan saja. Tapi maafkanlah diri kalian.