Gugus Depan

Singapore's World Book Fair 2004

 

oleh Grup Berita Singapura 
(asal dalam bahasa Inggris)

Selama Pekan Raya Buku Dunia 2004 yang berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 6 Juni 2004 di Suntec Singapore International Convention and Exhibition Center, lebih dari seratus lima puluh penerbit dari seluruh dunia turut serta dalam memamerkan buku-buku baru, materi pendidikan dan majalah. Pameran ini dihadiri oleh sekitar 700.000 pengunjung.

Tahun ini, pengelola acara pemeran membuat sebuah Pavilyun yang bertemakan Agama dan Filsafat di tempat pameran. Pada kesempatan ini, Center Singapura mendapatkan sebuah stan di sudut kanan paling jauh dari aula pameran. Pada awalnya, lokasi itu kelihatannya tidak menguntungkan; tetapi, gang yang luas di luar area menjadi tempat ideal bagi khalayak ramai untuk berdiri mengeliling dan melihat video ceramah Guru dan pajangan karya seni Guru.

Meskipun pekan raya ini adalah kegiatan tahunan di Singapura, tetapi tahun ini, ia memberi arti khusus bagi rekan-rekan inisiat lokal karena ini adalah aktifitas Berbagi-Kebenaran yang pertama, sesudah Guru mengumumkan tahun 2004 sebagai Tahun Emas Pertama. Lokasi stan pameran Guru sangat lapang dan memancarkan cahaya dimana ia tampil secara menonjol daripada peragaan yang lain. Perancang stan (seorang inisiat) menggunakan konsep terbuka, yang berarti tidak ada dinding atau pagar pemisah, dan bagian tengah merupakan tempat utama – sebuah foto Guru berukuran setinggi badan dalam keadaan bermeditasi duduk di atas teratai keemasan. Di depan gambar ini terdapat sebuah air mancur mengalir secara terus-menerus dan dikelilingi oleh beberapa Lampu Panjang Umur. Di sebelah kanan terdapat peragaan lukisan-lukisan Guru dan di sampingnya terdapat sebuah TV Plasma yang terus-menerus mempertunjukkan gambar-gambar Guru yang beraneka-ragam. Tertarik oleh bentuk yang terus berubah, banyak pengunjung datang menanyakan ajaran Guru. Di sebelah kiri merupakan tempat untuk pertunjukan video yang menampilkan ceramah Guru yang diputar secara terus-menerus. Di antara yang dipertunjukkan adalah ceramah Guru tahun 1995 di Singapura, yang paling banyak menarik penonton.

Pengangkatan spiritual di bumi akhir-akhir ini tercermin dengan jelas melalui respon pengunjung yang tercerahkan dan kesediaan mereka dalam menerima ajaran-ajaran Guru. Sebagai contoh, seorang pria berusia setengah baya duduk di area penonton dan menyaksikan dua video secara berurutan, selalu tertawa dan benar-benar menikmati kata-kata Guru. Dia menyampaikan pandangannya terhadap ceramah Guru sebagai berikut: “Guru tidak berat sebelah. Dia tidak berbelit dan berputar-putar tetapi berbicara dengan tulus dan langsung dari hatiNya. Apa yang dikatakan-Nya sangat masuk akal. Dia menaruh di depan kita berbagai pilihan yang berbeda dalam kehidupan, dan membiarkan kita memilih bagi diri kita sendiri.”

Bahkan yang lebih luar biasa adalah seorang lelaki India berumur tujuh puluh lima tahun yang sudah mencari Kebenaran selama bertahun-tahun. Dia mengatakan, dia pertama kali memperoleh buklet contoh Guru sepuluh tahun yang lalu, dan sejak itu sering berdoa pada Guru dan memohon untuk mengetahui lebih banyak tentang ajaran Guru. Dia bahkan meminta anak lelakinya yang mengunjungi Formosa, untuk mendapatkan buku-buku Guru untuknya. Baru-baru ini, dia datang ke Singapura untuk mengunjungi anaknya, kebetulan melihat pengumuman Center tentang partisipasinya dalam Pekan Raya Buku ini, lalu kemudian dia datang khusus mengunjungi stan Quan Yin. Bahkan sekarang dia menjadi lebih kuat dalam keyakinannya bahwa jika seseorang tulus, seorang Guru Sejati akan muncul baginya. Dia juga mengatakan, “Sesudah saya kembali ke India, saya akan mengunjungi center lokal Asosiasi Internasional Maha Guru Ching Hai untuk belajar Metode Kemudahan.”

Saat itu juga ada dua orang saudari datang ke pekan raya secara khusus untuk mencari Guru. Salah satu wanita itu telah membaca buklet contoh Guru empat atau lima tahun yang lalu dan mencoba menelepon Center Singapura tetapi tidak dapat terhubungkan. Dia kemudian pergi ke lokasi lama Center, hanya mendapati Center sudah pindah ke tempat yang lain. Akhirnya, pada tanggal 29 Mei, dia melewati sebuah pengumuman tentang pekan raya buku ini, dan cepat-cepat membujuk saudarinya untuk menemani dia pergi ke pekan raya, berharap untuk melihat Guru. Dia mengerti bahwa ajaran Guru luar biasa praktis dan mudah diikuti. Sesudah mendapatkan banyak publikasi Guru, dia mengatakan, “Saya tidak memiliki masalah dengan perubahan ke diet vegetarian! Saya akan segera mengunjungi Center Singapura.”

Selain itu, dua orang wanita yang kebetulan melewati stan Guru dan berbincang-bincang dengan seorang saudari-inisiat, segera menyadari ajaran Guru serupa dengan pemikiran mereka. Oleh karena itu, mereka mendapatkan salinan dari Aku Datang untuk Membawamu Pulang, dan Kata-Kata Mutiara Guru untuk dibaca di rumah. Salah satu dari wanita itu, terpikat secara mendalam oleh lukisan Guru, Stone Cave(Gua Batu), dan mengatakan bahwa lukisan itu memberinya “sebuah perasaan luar biasa.”

Wanita ini bukanlah satu-satunya orang yang terpesona oleh lukisan Stone Cave. Seorang lelaki berhenti di depan lukisan itu dan tampak terserap secara total. Kemudian, dia menyatakan, “Saya merasa sebuah getaran gelombang mendatangi saya, sangat kuat, yang tidak saya kenal. Saya merasa mabuk. Ini sungguh mistik. Saya dapat merasakan getaran dengan jelas dalam area stan, sampai-sampai saya merasakan sedikit pusing!”

Akhir yang sempurna dari Pekan Raya Buku 2004 ini membuat saudara–saudari sepelatihan Singapura semakin yakin bahwa dunia benar-benar telah memasuki Zaman Emas. Melalui partisipasi mereka dalam kegiatan ini, mereka mengalami bagaimana kasih Tuhan bekerja di dalam dunia ini, sehingga memperkuat keyakinan mereka kepada Tuhan dan Guru. Semua orang merasakan berkah yang luar biasa karena mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam pekan raya ini, dan seorang saudara dalam tim kerja mengungkapkan perasaan-perasaan dari rekan-rekan inisiat dengan mengatakan, “Ini bukan kerja, tetapi sebuah hak istimewa, sebuah kehormatan dan sebuah kebahagiaan!”