Instruktur Li Zhong-Liang memberikan kuliah di sebuah laboratorium di Pusat Pelatihan Ketrampilan Taishan.

 

Wawancara eksklusif dengan saudara-inisiat Li Zhong Liang, salah satu dari sepuluh penerima Penghargaan Nasional Teknisi Teladan


oleh Grup Berita Taipei, Formosa
(Asal dalam bahasa Cina)

Selama bertahun-tahun, saudara-inisiat Li Zhong-Lian, seorang dekan urusan akademis di Pusat Pelatihan Ketrampilan Taishan telah mengabdikan waktu pribadinya bagi penelitian dan inovasi pendidikan. Beliau telah mencapai hasil-hasil yang menakjubkan dan juga mendapatkan kesuksesan dalam pekerjaannya. Yang pantas dicatat adalah perjalanan Li selama 6 tahun ke Afrika Selatan, Malawi dan negara-negara lainnya adalah untuk membantu mendirikan pusat-pusat pelatihan ketrampilan di daerah setempat. Keahlian profesinya telah lama mendapat penghargaan dan pengakuan. Pada tahun 2002 ia menerima Penghargaan Nasional Teknisi Teladan Formosa. Sebagaimana Maha Guru Ching Hai mengajarkan, “Kita bekerja untuk melatih diri kita sendiri, mengkontribusikannya dengan kasih dan membayar kembali hutang kita kepada dunia ini. Tidak ada jalan yang lebih baik untuk berkomunikasi dengan orang selain dengan kasih dan kerendahan hati.”  Bertahun-tahun berlalu, Li telah menanamkan perkataan ini dalam pikirannya dan mempraktekkannya dalam pekerjaan dan kehidupannya sehari-hari. Dalam wawancara berikut, ia berbagi pengalaman dan pemahamannya yang telah ia peroleh dari karir dan jalan spiritualnya.

 

Pertemuan Tak Terduga di Tempat Kerja
Menjadi Penghantar Inisiasi

Setelah mengingat kembali, Li menyebutkan apa yang telah membawanya untuk memulai berlatih Metode Quan Yin di tahun 1990. Tahun itu, Pusat Pelatihan Ketrampilan Taishan mempekerjakan seorang ketua departemen yang baru, Bapak Huang, yang masih muda, gesit, angkuh, dan sering kali terlibat perselisihan dengan pegawai-pegawai lainnya.  Tetapi tanpa terduga, tidak lama sesudah ia mulai bekerja, Bapak Huang berubah  menjadi rendah hati, sopan, ramah dan bijaksana.  Berhasrat untuk mengetahui apa yang mengubah kepribadian Huang begitu cepat,  Li tidak sanggup menahan keingintahuannya, lalu  menanyakan hal itu kepada Huang. Bapak Huang yang baru diinisiasi  mengatakan bahwa Metode Quan Yin lah yang memberikan energi pendorong di balik perubahan perilakunya. Melalui pembicaraan ini, Li diperkenalkan kepada ajaran Guru dan memperoleh pemahaman-pemahaman baru mengenai latihan rohani.

Tidak lama kemudian, datanglah kabar gembira bahwa Guru akan berceramah di The National Sun Yat-sen Memorial Hall di Taipei, dan Li mengambil cuti dari pekerjaannya untuk menghadiri ceramah itu bersama istrinya. Saat Guru mulai berbicara, air mata mengalir turun di pipi Li yang disebabkan oleh kerinduan jiwa, dan kegembiraannya karena mendapat berkah untuk bertemu dengan seorang Guru yang hidup. Seusai ceramah, Li dan istrinya memutuskan untuk memperoleh inisiasi Metode Quan Yin. Pada saat itu, anak lelaki mereka yang tertua baru saja berumur dua belas tahun, dan  mereka mempunyai seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki yang lebih muda usianya. Namun demikian, mereka berjanji untuk menjalani diet vegetarian, mematuhi kelima pantangan dan mengikuti Guru untuk berlatih rohani. Jadi, pada tanggal 4 Maret 1990, seluruh keluarga diinisiasi ke dalam Metode Quan Yin.

Li berkata bahwa sesudah inisiasi, di dalam hatinya ada kedamaian, dan seluruh keluarga mulai merasakan keharmonisan yang luar biasa saat mereka mulai bermeditasi bersama dan saling memberi semangat satu sama lain dalam latihan mereka. Aktivitas pekerjaan sehari-hari juga berjalan dengan lancar, dan bahkan kadang kala saat terjadi perselisihan dengan rekan-rekan kerja yang lain, ia bisa dengan cepat mengakhiri dan melupakan konfrontasi itu.


Membantu Yang Kurang Beruntung
Melalui Karunia Guru

Bapak Hong Qing-Lin, presiden terdahulu dari Dewan Urusan Buruh mendengarkan prakata yang dibawakan oleh Li Zhong-Liang, (kanan) yang juga merupakan dekan akademis, pada saat mengadakan tur inspeksi ke Pusat Pelatihan Ketrampilan Taishan.

Selain itu, sesudah diinisiasi, Li dengan bersemangat mulai ikut berpartisipasi dalam bimbingan anak-anak remaja. Ia secara berkala mengunjungi dan memberikan nasihat kepada anak-anak yang tinggal di sekolah anak-anak nakal, dan juga memberikan bimbingan bagi murid-murid yang berkelakuan kurang baik di tempat kerjanya di Pusat Pelatihan Ketrampilan. Selama bertahun-tahun ia bekerja sebagai sukarelawan di rumah-rumah yatim piatu dan juga rumah-rumah jompo.

Sebagai seorang dekan urusan akademis di Pusat Pelatihan, Li juga berpartisipasi dalam Proyek Kerjasama Pelatihan Ketrampilan Luar Negeri yang diprakarsai oleh Badan Administrasi Pelatihan Kerja dan Ketrampilan Formosa.  Ia bekerja sebagai seorang ahli listrik yang ditugaskan untuk membantu Afrika Selatan, Malawi dan negara-negara lainnya dalam mengembangkan program-program ketrampilan, mendirikan pusat pelatihan, mendesain tempat pelatihan, mempersiapkan materi-materi pengajaran, membeli dan memasang perlengkapan, dan memberikan pelatihan kepada staf fakultas. Li senantiasa bekerja dengan sungguh-sungguh dan melakukan semua yang mampu ia lakukan untuk membantu mereka yang kurang mampu dalam mengembangkan kemampuan diri, martabat dan keyakinan diri mereka.

Selama periode ini, Li mengunjungi lebih dari sepuluh negara di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Afrika dan Eropa. Di sana ia menjumpai begitu banyak kaum papa yang butuh pelatihan bidang ketrampilan agar mampu bekerja dan bebas dari keadaan yang serba kekurangan. Termotivasi oleh kekuatan kasih dalam dirinya, Li bepergian dari satu negara ke negara lainnya, bertekad untuk membantu penduduk setempat. Dalam misi yang menantang ini, ia sering kali berkunjung ke tempat-tempat yang jauh dan terpencil. Ia sangat berterima kasih atas berkah Guru, yang membantunya mengatasi berbagai rintangan yang dihadapinya dalam menyelesaikan tugasnya yang sulit.


Mengembangkan Kebijaksanaan dan Bakat
dengan Latihan Rohani

Selama lebih dari satu dasawarsa, Li telah berusaha mempraktekkan ajaran-ajaran Guru dalam pekerjaannya, berbagi kasih Guru dan menaruh perhatian kepada kolega-kolega dan murid-muridnya.  Pada tahun 1998, berkat usahanya ia terpilih sebagai Teknisi Teladan dari The International Association of Personnel in Employment Security (IAPES), dan pada tanggal 12 Desember 2002, ia terpilih sebagai satu dari sepuluh penerima Penghargaan Nasional tahunan yang kedelapan sebagai Teknisi Teladan yang diberikan oleh Dewan Serikat Buruh di Formosa.

Penghargaan diberikan kepada inidividu yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam bidangnya masing-masing berdasarkan kriteria seperti komitmen kerja, keselarasan dengan kolega, pelayanan yang penuh semangat, pengembangan kreatifitas bagi teknologi produksi, peningkatan efisiensi kerja yang terus-menerus, ketrampilan profesi yang luar biasa dan komitmen yang mendalam untuk membimbing dan mendidik pendatang baru. Berdasarkan rekomendasi atasan-atasannya, Li dipilih sebagai penerima penghargaan nasional dari antara seribu calon. Pengakuan publik atas usaha-usaha dan kontribusi Li kepada masyarakat menunjukkan bahwa berlatih Metode Quan Yin bisa membantu kita mengembangkan kasih dan kemampuan kita yang tersembunyi agar bermanfaat bagi semua makhluk hidup.

Li juga telah menerima dua hak paten nasional atas penemuannya, tetapi ia menganggap semua keberhasilannya berasal dari Metode Quan Yin dan berkat Guru. Setiap kali ia mengalami kesukaran dalam melakukan penelitiannya, ia bermeditasi untuk menjernihkan pikirannya supaya dapat menemukan inspirasi. Hal ini telah membantunya hingga ia dapat mencapai hasil terbaik dan dapat mengubah ide-idenya menjadi nyata. Hal ini juga  membantunya dalam penemuan berbagai peralatan industri yang berharga. Keberhasilan Li memberikan bukti atas perkataan Guru: “Yang paling baik adalah jika kita dapat mempergunakan kebijaksanaan sejati kita, kemudian semuanya akan datang secara alamiah. Kemampuan kita yang tersembunyi, kasih dan kemurnian kita akan terwujud. Bakat alamiah kita juga akan muncul dengan tak terduga. Itulah sebabnya dikatakan dalam Kitab Suci: "Carilah dahulu Kerajaan Allah, dan semuanya akan ditambahkan kepadamu”.


Penutup

Ahli filsafat kuno dari Cina, Meng Tze, pernah berkata, “Bila kurang pengetahuan, kita hanya bisa menjaga diri kita sendiri. Bila tercerahkan, kita bisa bermanfaat bagi seluruh dunia.”  Dikuatkan oleh kasih dan ajaran Guru, Li terus berpegang teguh dan berkarya demi cita-cita “memberikan rmanfaat bagi seluruh dunia”.  Selain melayani masyarakat dalam bidang materi, ia juga bertekad untuk berbagi kabar gembira tentang Metode Quan Yin sehingga orang-orang yang memiliki pertalian bisa bergabung dalam jalan terakhir dari latihan rohani. Li dengan rendah hati berkata bahwa ia hanya mengikuti contoh Guru dan mengerjakan apa yang harus ia lakukan. Ia berharap bahwa rekan-rekan praktisi yang lain juga mau melakukan yang terbaik dalam karir mereka dan menaburkan kekuatan spiritual mereka untuk membuat dunia mejadi lebih indah!