Pertemuan
Tak Terduga di Tempat Kerja
Menjadi Penghantar Inisiasi
Setelah mengingat
kembali, Li menyebutkan apa yang telah membawanya untuk memulai
berlatih Metode Quan Yin di tahun 1990. Tahun itu, Pusat Pelatihan
Ketrampilan Taishan mempekerjakan seorang ketua departemen yang baru,
Bapak Huang, yang masih muda, gesit, angkuh, dan sering kali terlibat
perselisihan dengan pegawai-pegawai lainnya. Tetapi tanpa
terduga, tidak lama sesudah ia mulai bekerja, Bapak Huang berubah
menjadi rendah hati, sopan, ramah dan bijaksana. Berhasrat untuk
mengetahui apa yang mengubah kepribadian Huang begitu cepat, Li
tidak sanggup menahan keingintahuannya, lalu menanyakan hal itu
kepada Huang. Bapak Huang yang baru diinisiasi mengatakan bahwa
Metode Quan Yin lah yang memberikan energi pendorong di balik perubahan
perilakunya. Melalui pembicaraan ini, Li diperkenalkan kepada ajaran
Guru dan memperoleh pemahaman-pemahaman baru mengenai latihan rohani.
Tidak lama kemudian,
datanglah kabar gembira bahwa Guru akan berceramah di The National Sun
Yat-sen Memorial Hall di Taipei, dan Li mengambil cuti dari
pekerjaannya untuk menghadiri ceramah itu bersama istrinya. Saat Guru
mulai berbicara, air mata mengalir turun di pipi Li yang disebabkan
oleh kerinduan jiwa, dan kegembiraannya karena mendapat berkah untuk
bertemu dengan seorang Guru yang hidup. Seusai ceramah, Li dan istrinya
memutuskan untuk memperoleh inisiasi Metode Quan Yin. Pada saat itu,
anak lelaki mereka yang tertua baru saja berumur dua belas tahun,
dan mereka mempunyai seorang anak perempuan dan seorang anak
laki-laki yang lebih muda usianya. Namun demikian, mereka berjanji
untuk menjalani diet vegetarian, mematuhi kelima pantangan dan
mengikuti Guru untuk berlatih rohani. Jadi, pada tanggal 4 Maret 1990,
seluruh keluarga diinisiasi ke dalam Metode Quan Yin.
Li berkata bahwa
sesudah inisiasi, di dalam hatinya ada kedamaian, dan seluruh keluarga
mulai merasakan keharmonisan yang luar biasa saat mereka mulai
bermeditasi bersama dan saling memberi semangat satu sama lain dalam
latihan mereka. Aktivitas pekerjaan sehari-hari juga berjalan dengan
lancar, dan bahkan kadang kala saat terjadi perselisihan dengan
rekan-rekan kerja yang lain, ia bisa dengan cepat mengakhiri dan
melupakan konfrontasi itu.
Membantu Yang Kurang
Beruntung
Melalui Karunia Guru
|
Bapak Hong Qing-Lin,
presiden terdahulu dari Dewan Urusan Buruh mendengarkan prakata yang
dibawakan oleh Li Zhong-Liang, (kanan) yang juga merupakan dekan
akademis, pada saat mengadakan tur inspeksi ke Pusat Pelatihan
Ketrampilan Taishan.
|
Selain itu, sesudah
diinisiasi, Li dengan bersemangat mulai ikut berpartisipasi dalam
bimbingan anak-anak remaja. Ia secara berkala mengunjungi dan
memberikan nasihat kepada anak-anak yang tinggal di sekolah anak-anak
nakal, dan juga memberikan bimbingan bagi murid-murid yang berkelakuan
kurang baik di tempat kerjanya di Pusat Pelatihan Ketrampilan. Selama
bertahun-tahun ia bekerja sebagai sukarelawan di rumah-rumah yatim
piatu dan juga rumah-rumah jompo.
Sebagai seorang dekan
urusan akademis di Pusat Pelatihan, Li juga berpartisipasi dalam Proyek
Kerjasama Pelatihan Ketrampilan Luar Negeri yang diprakarsai oleh Badan
Administrasi Pelatihan Kerja dan Ketrampilan Formosa. Ia bekerja
sebagai seorang ahli listrik yang ditugaskan untuk membantu Afrika
Selatan, Malawi dan negara-negara lainnya dalam mengembangkan
program-program ketrampilan, mendirikan pusat pelatihan, mendesain
tempat pelatihan, mempersiapkan materi-materi pengajaran, membeli dan
memasang perlengkapan, dan memberikan pelatihan kepada staf fakultas.
Li senantiasa bekerja dengan sungguh-sungguh dan melakukan semua yang
mampu ia lakukan untuk membantu mereka yang kurang mampu dalam
mengembangkan kemampuan diri, martabat dan keyakinan diri mereka.
Selama periode ini, Li
mengunjungi lebih dari sepuluh negara di Amerika Tengah dan Amerika
Selatan, Afrika dan Eropa. Di sana ia menjumpai begitu banyak kaum papa
yang butuh pelatihan bidang ketrampilan agar mampu bekerja dan bebas
dari keadaan yang serba kekurangan. Termotivasi oleh kekuatan kasih
dalam dirinya, Li bepergian dari satu negara ke negara lainnya,
bertekad untuk membantu penduduk setempat. Dalam misi yang menantang
ini, ia sering kali berkunjung ke tempat-tempat yang jauh dan
terpencil. Ia sangat berterima kasih atas berkah Guru, yang membantunya
mengatasi berbagai rintangan yang dihadapinya dalam menyelesaikan
tugasnya yang sulit.
Mengembangkan
Kebijaksanaan dan Bakat
dengan Latihan Rohani
Selama lebih dari satu
dasawarsa, Li telah berusaha mempraktekkan ajaran-ajaran Guru dalam
pekerjaannya, berbagi kasih Guru dan menaruh perhatian kepada
kolega-kolega dan murid-muridnya. Pada tahun 1998, berkat
usahanya ia terpilih sebagai Teknisi Teladan dari The International
Association of Personnel in Employment Security (IAPES), dan pada
tanggal 12 Desember 2002, ia terpilih sebagai satu dari sepuluh
penerima Penghargaan Nasional tahunan yang kedelapan sebagai Teknisi
Teladan yang diberikan oleh Dewan Serikat Buruh di Formosa.
Penghargaan diberikan
kepada inidividu yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam
bidangnya masing-masing berdasarkan kriteria seperti komitmen kerja,
keselarasan dengan kolega, pelayanan yang penuh semangat, pengembangan
kreatifitas bagi teknologi produksi, peningkatan efisiensi kerja yang
terus-menerus, ketrampilan profesi yang luar biasa dan komitmen yang
mendalam untuk membimbing dan mendidik pendatang baru. Berdasarkan
rekomendasi atasan-atasannya, Li dipilih sebagai penerima penghargaan
nasional dari antara seribu calon. Pengakuan publik atas usaha-usaha
dan kontribusi Li kepada masyarakat menunjukkan bahwa berlatih Metode
Quan Yin bisa membantu kita mengembangkan kasih dan kemampuan kita yang
tersembunyi agar bermanfaat bagi semua makhluk hidup.
Li juga telah menerima
dua hak paten nasional atas penemuannya, tetapi ia menganggap semua
keberhasilannya berasal dari Metode Quan Yin dan berkat Guru. Setiap
kali ia mengalami kesukaran dalam melakukan penelitiannya, ia
bermeditasi untuk menjernihkan pikirannya supaya dapat menemukan
inspirasi. Hal ini telah membantunya hingga ia dapat mencapai hasil
terbaik dan dapat mengubah ide-idenya menjadi nyata. Hal ini juga
membantunya dalam penemuan berbagai peralatan industri yang berharga.
Keberhasilan Li memberikan bukti atas perkataan Guru: “Yang paling baik
adalah jika kita dapat mempergunakan kebijaksanaan sejati kita,
kemudian semuanya akan datang secara alamiah. Kemampuan kita yang
tersembunyi, kasih dan kemurnian kita akan terwujud. Bakat alamiah kita
juga akan muncul dengan tak terduga. Itulah sebabnya dikatakan dalam
Kitab Suci: "Carilah dahulu Kerajaan Allah, dan semuanya akan
ditambahkan kepadamu”.
Penutup
Ahli filsafat kuno dari
Cina, Meng Tze, pernah berkata, “Bila kurang pengetahuan, kita hanya
bisa menjaga diri kita sendiri. Bila tercerahkan, kita bisa bermanfaat
bagi seluruh dunia.” Dikuatkan oleh kasih dan ajaran Guru, Li
terus berpegang teguh dan berkarya demi cita-cita “memberikan rmanfaat
bagi seluruh dunia”. Selain melayani masyarakat dalam bidang
materi, ia juga bertekad untuk berbagi kabar gembira tentang Metode
Quan Yin sehingga orang-orang yang memiliki pertalian bisa bergabung
dalam jalan terakhir dari latihan rohani. Li dengan rendah hati berkata
bahwa ia hanya mengikuti contoh Guru dan mengerjakan apa yang harus ia
lakukan. Ia berharap bahwa rekan-rekan praktisi yang lain juga mau
melakukan yang terbaik dalam karir mereka dan menaburkan kekuatan
spiritual mereka untuk membuat dunia mejadi lebih indah! 