Pesan Kristus yang Terlupakan
Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka tidak dapat mengikuti
contoh Kristus, hanya karena mereka diberitahu bahwa mereka terlalu gelap batin,
terlalu bodoh, tak tertolong lagi, dan tidak berarti. Dan karena pencucian otak
tersebut selalu diulang dari generasi ke generasi, akhirnya mereka
mempercayainya.
Ia yang percaya pada-Ku, pekerjaan yang Aku lakukan juga dapat
dilakukannya. (Yohanes 14:12).
Yesus tidak berkata bahwa Dialah satu-satunya yang dapat melakukan semua
mukjizat itu, mengajar, dan membebaskan orang-orang. Dia berkata bahwa kita
dapat melakukan hal yang sama dan Dia juga menambahkan: ...dan pekerjaan yang
lebih besar daripada ini juga dapat dilakukannya. (Yohanes 14:12).
Jadi jika Yesus berkata, Apapun yang Kulakukan hari ini kamu juga
dapat melakukannya, lalu mengapa kita tidak mulai? Kita semua ingin menjadi
begitu mulia tapi tidak bisa. Mengapa? Karena kita kurang kekuatan, pengetahuan,
dan kebijaksanaan. Tetapi jika kita tahu bagaimana melakukannya, maka kita bisa.
Ini seperti seorang ahli bedah yang telah belajar mengoperasi sistem tubuh
bagian dalam manusia yang rumit. Jika kita belajar darinya beberapa lama maka
kita akan bisa menjadi ahli seperti dia. Kita bisa menjadi seagung Kristus jika
kita belajar apa yang telah Dia pelajari. Hal ini sangat logis dan ilmiah. Tidak
ada yang misterius tentang menjadi seperti Buddha atau Kristus. Tidak perlu
pergi ke Himalaya, tidak perlu mencukur rambut, atau memakai pakaian yang
berbeda. Anda bisa mencapai Pencerahan dalam celana jeans! Ini hanya soal gaya
hidup yang berbeda.
Tetapi kita lupa tentang ini semua. Kita percaya apa yang
dikatakan oleh Gereja, apa yang dikatakan para pendeta kepada kita, bahwa kita
pendosa dan tanpa Yesus kita akan pergi ke neraka! Bila Yesus datang lagi, Dia
akan menangis dengan luar biasa sedihnya karena ajaran-Nya telah diselewengkan
dan dilukai seperti itu. Ia menangis. Ia masih menangis.
Kita lupa bahwa Alkitab menyatakan bahwa kita diciptakan serupa
dengan Tuhan, bahwa kita adalah anak-anak dan pewaris-Nya. Artinya bahwa kita
serupa dengan Bapa kita dan kita juga memiliki kekuatan-Nya. Jika ayah kita
adalah seorang raja, itu berarti kita adalah pangeran dan puteri, dan itu adalah
sesuatu, tidakkah demikian? Jadi mengapa tidak percaya dengan nilai kita,
mengapa menolak warisan kita, hak asasi tersebut? Kita masih mengulang-ulang
bahwa kita adalah anak-anak Tuhan dan diciptakan sesuai rupa dan gambar-Nya, dan
walaupun demikian kita berjuang setiap hari hanya untuk beberapa penny, dan
berdoa setiap saat tanpa ditanggapi. Ini karena kita tidak berdoa kepada sumber
yang benar, dan kita mengetuk pintu yang salah.
Jalan ke Surga sulit karena, Sempit jalan menuju kehidupan, dan
lebar jalan menuju kehancuran dan begitu banyak yang akan menjalaninya (Matius
7:13). Beberapa orang mengatakan bahwa ini seperti mata pisau silet, karena
begitu sulit berjalan di atasnya. Mengapa jalan ini begitu sempit? Karena ini
melawan cara berpikir kita, nafsu keinginan kita dan kecenderungan kita. Kita
harus menyelam ke dalam samudera kehidupan tanpa menjadikan pakaian kita basah.
Karena itu sangat sulit. Kita harus hidup di dunia ini dengan segala godaan,
konflik, dan tetap harus disiplin dan suci, seperti teratai keluar dari lumpur
tetapi begitu suci, bersih, dan harum. Kita harus mencontoh seperti itu dan
menjadi Orang Suci di neraka.
Ketika Yesus hidup Dia berkata, Akulah Jalan, Akulah Terang
Dunia, selama Aku di dunia (Yohanes 9:5).
Maka sepeninggalan-Nya, Dia bukan lagi terang dunia dalam arti
fisik. Jadi Dia telah mewariskan kepada kita beberapa ajaran yang menuntun kita
dalam hidup keseharian. Ini sangat baik. Tetapi ada sesuatu yang sifatnya sunyi
yang belum kita ambil. Itulah ajaran hening, yang hanya dapat disampaikan dalam
hening. Dan ini adalah hal yang paling penting yang membuat kita melihat Tuhan
dan membawa kita lebih dekat kepada Tuhan. Jadi siapa pun yang dapat menolong
kita dengan cara ini, Anda tidak perlu merasa bersalah datang kepada-Nya.
|





 |