Pencerahan atau Kebangkitan Agung
Pencerahan adalah proses untuk mengetahui apa yang lebih mulia
dari kehidupan, apa yang lebih mulia dari hal-hal yang dapat kita lihat dengan
mata fisik, atau yang dapat disentuh dengan alat-alat fisik kita. Itu adalah
saat kita mulai mengetahui sesuatu yang lebih mulia dari itu, sang penguasa
sejati dari segenap alam semesta, yang juga ada di dalam diri kita sendiri.
Pencerahan artinya kebangunan batin. Anda menyadari bahwa Anda
memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang biasa Anda gunakan setiap hari.
Biasanya, kita mengikuti ke mana Ego kita meminta, tetapi setelah Pencerahan,
kita mengikuti kehendak Tuhan. Kita terhubungkan dengan-Nya dan menyadari nilai
sejati kita. Tetapi bersamaan dengan itu kita menjadi sangat rendah hati.
Semakin kita tahu tentang diri sendiri, semakin kita menjadi
rendah hati. Kita tahu bahwa ada suatu kekuatan yang lebih besar di alam
semesta, dan hal ini bukan untuk didiskusikan atau ditangkap oleh pengertian
tingkat manusia kita. Maka kita menjadi rendah hati dan juga sangat kuat, karena
kita memiliki kekuatan yang lebih tinggi di dalam diri kita, dan menggunakannya
setiap hari untuk kebaikan bagi yang lain. Saat kita menyentuh sumber kekuatan
positif yang tepat di dalam diri kita, sebagaimana disebut dalam terminologi
Kristen, roh yang berdiam di dalammu, atau Tuhan Yang Maha Kuasa, kita membuka
sumber yang sebelumnya tertutup. Maka sekali sumber tersebut terbuka, kita
menjadi penuh kekuatan seperti Kristus, seperti Sang Buddha. Kita dapat menolong
banyak orang dengan kekuatan Tuhan yang hakiki ini, dan kemudian kita menjadi
lebih rendah hati karena kita melihat ke dalam setiap orang kekuatan yang sama,
dan kita menghargai setiap orang sebagai Tuhan yang hidup.
Pencerahan adalah pemberian dari Tuhan, dan bukanlah hasil dari
kebajikan ataupun kemurahan hati. Kita semua dapat mencapai Pencerahan atau
Pembebasan. Jika tidak, mengapa Tuhan mengirim Yesus atau Sang Buddha atau Nabi
Mohammad jika kita begitu tak tertolong, jika hanya jiwa-jiwa suci saja yang
dapat mencapainya? Dan saya tidak tahu siapa yang benar-benar suci karena,
“Setiap Orang Suci punya masa lalu dan setiap orang berdosa punya masa depan.”
Kita bukanlah orang-orang berdosa. Ini hanyalah ilusi dan setelah Anda mengerti
ini, Anda akan tahu bahwa tidak ada yang suci atau berdosa. Bagaimanapun kita
harus banyak berusaha untuk menyadarinya. Metode Quan Yin menawarkan Anda metode
cuma-cuma untuk menemukan kembali kemurnian asli dan warisan agung Anda.
Ketika saya mengalami kebangunan Agung, saya melihat bahwa saya
ada di setiap makhluk dan menikmati menjadi apapun dalam situasi apapun, baik
kupu-kupu, seekor burung atau dewa, batu karang, atau pohon, semuanya sesempurna
apa adanya. Sulit menjelaskannya dengan kata-kata, tetapi akhirnya kita semua
akan mencapai pemahaman seperti itu bila kita mengharapkannya, dan kita akan
mengetahuinya sendiri. Hanya inilah cara kita mengakhiri ilusi kita, kepercayaan
kita tentang keberadaan yang singkat ini. Jika kita melihat dari pengertian
tingkat manusia kita, maka semuanya terlihat berbeda, tetapi jika kita berada
pada tingkat kesadaran lebih tinggi, semuanya lebih membahagiakan, meringankan
hati dan positif.
Hanya jika kita benar-benar mencapai Pencerahan, kita baru dapat
menikmati segalanya. Apapun yang datang, kita dapat menikmatinya. Bila hal-hal
baik datang, kita menganggapnya sebagai pemberian Tuhan, dengan sepenuh hati,
tanpa rasa bersalah atau keraguan, tanpa halangan apapun di hati atau pikiran
kita, karena sifat seorang yang tercerahkan adalah sangat bebas, tanpa rasa
kuatir, sangat mudah, seperti seorang anak. Jika Anda memberinya sesuatu yang
baik, dia menerimanya, dan dia tidak akan berpikir bahwa Anda akan mengakalinya,
atau tanpa berpikir dia berhak atau tidak, dia menerimanya begitu saja. Dan,
jika situasi tidak memungkinkan kita untuk memiliki kenyamanan atau kekayaan
dalam hidup, kita juga gembira menjalani seperti itu, kita tidak memiliki
keinginan untuk kelimpahan materi. Tetapi ini bukan berarti bahwa kita tidak
perlu berusaha untuk bekerja untuk masyarakat, dan kita tidak berbuat yang
terbaik untuk memenuhi kewajiban sebagai warga dunia. Kita tetap bekerja, semua
tetap sama, kita bekerja dengan lebih efektif dan dengan kesungguhan hati untuk
menyumbangkan bagian kita kepada seluruh dunia. Bedanya adalah kita bekerja
tanpa keinginan untuk imbalan atau pujian. Seandainya kita gagal atau
orang-orang menyalah-artikan niat baik kita, maka kita tetap dapat memikulnya,
kita tidak akan punya penderitaan apapun di hati.
|





 |