Kerajaan di Dalam
Ada kehidupan yang lebih baik, kehidupan yang lebih sempurna di
dalam. Jika kita sempurna di dalam, kehidupan luar kita akan sempurna pula. Kita
dapat memakai kebijaksanaan dan kekuatan kita di dalam untuk membuat pekerjaan
kita lebih efisien, lebih cepat, dan lebih berguna bagi dunia. Maka sebenarnya,
jika kita ingin berada dalam jabatan penting apapun, atau untuk sukses di bidang
apa saja, kita harus mendapatkan kekuatan yang tepat untuk bekerja bagi kita,
bukan pikiran kita. Ada dua tingkat kekuatan: tingkat pertama, tingkat yang
lebih rendah, adalah pikiran, aksi dan reaki yang otomatis. Tingkat lain yang
lebih tinggi adalah segala kemurahan, cinta dan mukjizat. Dengan mukjizat,
maksud saya bukan mengubah cuaca walau kita dapat melakukannya juga!
Ilmuwan-ilmuwan telah membuktikan bahwa kita hanya menggunakan 5%
dari otak kita. Bayangkan bila kita bisa menggunakannya 100%! Orang yang dapat
menggunakan 100% kemampuan otak-Nya adalah seorang Kristus, seorang Buddha,
seorang Lao-tzu atau siapa pun yang Anda percaya sebagai kekuatan otak terbesar
di dunia. Mereka adalah orang yang tahu jalan rahasia ke seluruh kerajaan
kecerdasan kita, yang kita sebut Kerajaan Tuhan. Semuanya terletak di dalam diri
kita. Tidak seorang pun dilahirkan tanpa Kerajaan Tuhan ini, persis seperti
gelombang yang timbul dari samudra. Sekarang, adakah jalan untuk memperoleh
pengendalian atas 100% kecerdasan kita? Ya, ada banyak cara, beberapa lebih lama
dari yang lain, beberapa lebih sulit dari yang lainnya.
Beberapa orang berdoa, berpuasa, berpantang segala kenyamanan. Hal
tersebut kita baca dari buku-buku kebijaksanaan masa lampau, bagaimana
orang-orang mengorbankan segalanya untuk menemukan Tuhan. Tetapi zaman sekarang,
jika kita mengikuti cara yang menderita seperti itu, maka terlalu sukar, terlalu
memakan waktu. Kita tidak bisa pergi begitu saja ke dalam hutan dan meninggalkan
masyarakat. Di masa lampau, orang-orang lebih sedikit keinginannya dan lebih
sedikit kenyamanan dalam hidupnya. Masa kini, kita memiliki lebih banyak godaan
oleh karena kenyamanan. Mereka memiliki lebih sedikit godaan dan lebih banyak
waktu untuk berlatih dan menemukan Tuhan.
Bagaimana menemukan Tuhan? Dengan kembali ke prinsip atau
intisarinya, yaitu maha mencintai, maha mengampuni, maha kasih sayang, dan maha
bijaksana, dengan pertobatan atas perbuatan-perbuatan keliru kita sebelumnya
yang dilakukan karena kebodohan, dan berjanji tidak melakukannya lagi. Dengan
pertobatan yang sungguh-sungguh, Cahaya Tuhan akan memancar lagi dan semua dosa
masa lalu kita akan diampuni. Itulah pembaptisan sejati, bukan dengan air,
tetapi oleh Roh Kudus, oleh Cahaya dari kebijaksanaan dan kebenaran. Itulah
mengapa saat ini, ketika kita dibaptis dengan air, kita tidak melihat Cahaya
dari Tuhan, dan kita tidak merasa bebas dari dosa-dosa dan penderitaan kita;
kebijaksanaan tidak dibukakan untuk kita, dan pertobatan yang mendalam tidak
muncul dalam jiwa kita.
Mencari Tuhan tidaklah sesulit mencari uang, saya beritahu Anda!
Ketika saya mencari uang, itu sangat sulit, bekerja begitu keras 8 sampai 10 jam
sehari, dan meski begitu kita kita menghabiskannya cepat sekali. Jika kita
berhati-hati, kita dapat memenuhi kebutuhan kita dan menabung sedikit untuk hari
tua. Tetapi jika kita menemukan Kerajaan Tuhan, itu akan bertahan sampai
selama-lamanya. Apapun kecerdasan, kebijaksanaan, kebahagiaan, keriaan yang kita
dapatkan, akan selalu menjadi milik kita, tidak akan pernah terbuang, tidak
pernah, tidak akan pernah dicuri oleh siapa pun dari diri kita.
Setiap orang terlahir dengan Surga, karena Surga ada di dalam
kita. Setiap orang memilikinya dan dapat menemukannya. Ini saya jamin untuk
Anda, bahwa Anda juga akan menemukannya, dan dengan segera. Saat Anda ingin,
Anda akan dapatkan, secepat itu. Tetapi Hakikat ini harus dirawat setiap hari,
seperti biji-bijian harus disirami agar tumbuh. Anda dapat mengetahui Hakikat
Ketuhanan Anda hari ini, tetapi Anda akan menjadi tercerahkan sepenuhnya setelah
beberapa lama berlatih.
Karena kita dalam ketidaktahuan yang begitu lama, maka akan
memakan waktu yang lama untuk mencuci kebiasaan-kebiasaan, kekurangpercayaan
diri kita. Kita terbiasa dengan perkataan orang untuk apa saja yang harus kita
perbuat, bahwa kita penuh dosa dan sebagainya. Setelah kita mencapai Pencerahan,
kepala kita menjadi lebih jernih, kita akan mengalami betapa agungnya kita, kita
akan menjadi lebih percaya diri. Kita akan tahu hari demi hari dengan berlatih
Metode Quan Yin bahwa kita sungguh adalah Kristus, seperti Kristus atau seperti
Tuhan, karena Tuhan menciptakan manusia serupa dengan-Nya. Dia tidak menciptakan
kita untuk menjadi budak-budak. Kita dan Tuhan berasal dari intisari yang sama,
satu-satunya perbedaan adalah apakah kita telah menemukan Ketuhanan tersebut.
Tuhan menciptakan setiap orang sederajat, beberapa orang menemukannya dan
menjadi agung seperti Kristus, Sang Buddha, sedangkan yang lainnya belum
menemukannya dan terus merayap dalam kegelapan dari kehidupan ke kehidupan.
|





 |