Bergerak Melampaui Cinta Duniawi
Dunia kita kadang menjadi tidak bertoleransi. Ini adalah perbuatan
kita sendiri. Jadi sekarang, untuk meningkatkan atau memperbaiki dunia atau
rumah, rumah besar yang kita tinggali, dengan banyak kamar yaitu berbagai
negara, dan kita seharusnya tahu bahwa kejahatan harus dihindari. Kejahatan
dihindari dengan perbuatan baik, taat akan Perintah Tuhan (sila-sila), mencintai
sekeliling. Tetapi karena pikiran kita selalu digunakan dengan cara Mata ganti
mata, gigi ganti gigi (Matius 5:38), maka sangat sulit untuk berbuat sesuai
dengan apa yang seharusnya, atau memperlakukan orang lain dengan cara yang penuh
kasih. Jadi kita memerlukan daya yang lebih kuat untuk menolong kita, untuk
menarik kita keluar dari kebiasaan, pikiran, dan perbuatan.
Semua hal di dunia sebenarnya juga baik untuk kita, bahkan
kejahatan. Kejahatan adalah kesalahan-kesalahan kita. Tapi, kita jangan terus
salah selama-lamanya. Paling tidak, kesalahan-kesalahan adalah sejenis kejutan.
Ketika kita menerima akibat dari kesalahan-kesalahan, maka kita dikejutkan oleh
kenyataan bahwa hal ini bukanlah hal yang benar. Hal ini mengakibatkan
penderitaan dan kesedihan. Sebab itu, kita berbalik. Dan bahkan semua hal di
dunia yang indah dan menyenangkan ada di sana untuk mengingatkan kita akan
kebahagiaan sejati di dalam Rumah sejati kita.
Jadi, bukanlah dosa untuk menikmati semua yang diciptakan Tuhan
untuk kita. Tetapi bila kita selalu melekat pada hal-hal itu, maka Tuhan akan
mengingatkan kita bahwa itu tidak benar. Sebab itu, kadang kita mengalami
kesedihan atau penderitaan dari hal-hal yang sangat kita syukuri.
Adalah salah bila mengabaikan dunia. Tetapi juga salah bila tenggelam dalam
keduniawian setiap saat. Karena kita kehilangan sebagian dari hidup yang lebih
baik, yaitu jiwa, yang lebih menyenangkan dari apapun yang dapat disediakan
dunia. Semua hal di dunia hanya memicu ingatan tentang kebahagiaan sejati,
kemenangan sejati, dan kehidupan sejati yang harus kita miliki dan harus kita
ketahui, karena kita telah lupa.
Banyak orang bertanya kepada saya tentang hubungan wanita dan
pria, dan kenikmatan seksual, dan seputarnya. Mereka bertanya apakah hal itu
adalah dosa. Saya katakan tidak. Tetapi Anda harus tahu bahwa ada lebih banyak
bentuk kenikmatan yang lain selain hal itu. Kenikmatan seksual hanyalah tiruan
dari kenikmatan sejati ketika Anda menjadi Satu dengan Diri Anda, ketika kedua
daya di dalam Anda, aspek feminin dan maskulin di dalam diri Anda, bergabung.
Penyatuan antara pria dan wanita hanyalah duplikat dari hal tersebut.
Jadi, Tuhan mengirim kita ke dunia ini bukannya tanpa perlengkapan
untuk mengingatkan kita akan Kerajaan Tuhan. Hanya saja kita lupa bahwa semua
hal adalah pemicu ingatan saja. Kita lebih mencintai tiruan dan lupa yang asli.
Hal inilah yang membuat kehidupan kita menyedihkan. Walau begitu, kita tetap
tidak bisa menikmati tiruan itu sepenuhnya. Oleh karena itu, banyak hubungan
wanita dan pria yang mudah goyah, dan hubungan seksual di antara Anda kadang
tidaklah suci, bukan berdasar pada saling menghormati, tetapi terkadang berupa
pelecehan, dan hanya pelampiasan frustrasi, hanya sebagai alat. Oleh sebab itu,
jika kita sungguh ingin menikmati hidup ini, kita harus menikmati kehidupan
sejati, yang mana ratusan ribu kali lebih baik daripada kehidupan yang kita tahu
di Bumi ini. Dengan mengetahui kehidupan tersebut, kita juga dapat menikmati
kehidupan di dunia.
Banyak orang yang berlatih, mungkin tidak tahu tentang Guru, atau
tidak diinisiasi, atau tidak punya pemahaman benar, atau tidak berlatih dengan
benar, salah mengerti bahwa sebagai seorang praktisi harus melepaskan semuanya
dan dingin terhadap hubungan sesama. Tidak benar, itu tidak benar. Karena dalam
Tao Te Ching, Lao-tzu berkata, “Pikiran awam adalah Tao.” Ketika Anda mencapai
Tao atau Pencerahan, semakin Anda tercerahkan, maka Anda akan semakin santai dan
penuh cinta kasih. Anda mungkin tidak membutuhkan hubungan fisik dengan orang
lain, tapi hanya bertindak normal dan memenuhi kewajiban Anda. Bagaimanapun,
sulit untuk mengerti ini, tapi waktunya akan tiba. Tuhan tidaklah sepicik itu
dengan melarang kita mencintai suami atau istri sebagaimana biasanya.
Tuhan tidaklah sekejam itu dengan memisahkan sepasang insan yang
saling mencinta hanya demi mencari Tuhan. Kita harus melapangkan hati untuk
mencintai Tuhan dan juga termasuk makhluk-makhluk lain, termasuk anggota
keluarga kita. Jika kita mampu mencintai makhluk lain yang jauh dan tidak kita
kenal, mengapa kita tidak mampu mencintai anggota keluarga kita, orang-orang
terkasih yang paling dekat? Bersikap wajar, cintai mereka lebih dari sebelumnya,
lalu kita akan membuat hubungan keluarga menjadi lebih harmonis. Jika tidak,
bila pasangan kita tidak bahagia, maka kita akan sangat sulit untuk berbahagia
seorang diri.
Pada umumnya, ketika pria dan wanita menikah, hal itu tidak hanya
kontak fisik saja, tetapi ini untuk kehangatan dan perhatian, dan hanya demi
meditasi, Anda tidak boleh mengabaikan pasangan Anda dengan alasan apapun.
Karena ini adalah kewajiban Anda untuk memperlihatkan cinta dan perhatian ke
makhluk lain dan Anda sudah mengikrarkan kewajiban tersebut, jadi Anda harus
melaksanakannya. Mencintai orang lain adalah suatu kehormatan, suatu kemajuan,
bukanlah proses kemunduran. Anda harus mencintai yang lain seperti Guru
mencintai Anda, walau dengan atau tanpa kontak fisik.
P. Banyak agama Timur berpandangan bahwa daging atau tubuh
seperti sampah yang harus dibuang. Saya rasa, ketika saya masuk ke tubuh ini,
saya telah menanda-tangani kontrak untuk menjaganya sebaik mungkin, supaya
berfungsi untuk hidup di dunia ini. Seseorang punya daya pikiran, kekuatan
Tuhan, tetapi bukankah ini memerlukan semacam pandangan yang berimbang, berupaya
hidup benar di dua kondisi kehidupan, karena kita hidup di dua kondisi tersebut?
G. Ya, memang seharusnya begitu. Akan lebih seimbang. Yang
dimaksud oleh kitab-kitab suci agama adalah kita tidak seharusnya terikat pada
nafsu dan sensasi jasmaniah, lalu melupakan jiwa. Kadang hal tersebut dikatakan
hanya untuk seseorang pada suatu kesempatan saja, atau pada sekelompok orang
saja, untuk orang-orang yang perlu mendengar pernyataan itu. Tetapi itu kemudian
menjadi aturan umum yang penting dan telah kehilangan maknanya. Ketika dikatakan
pada saat tersebut, hal itu sangat tepat dan benar. Tetapi setelah dicatat dan
diberikan kepada kelompok lain, itu tidak benar lagi. Jadi, lakukan yang Anda
suka tapi jangan terlalu terikat pada nafsu jasmaniah. Bagaimana mungkin Anda
melupakan daging tubuh? Anda tidak dapat bermeditasi dalam keadaan lapar. Anda
harus menjaga tubuh, artinya bukannya Anda selalu memperhatikan tubuh dan tidak
punya waktu untuk jiwa. Karena beberapa orang seperti itu, dan pernyataan
tersebut ditujukan untuk orang-orang itu. Yesus juga berkata tentang mengabaikan
tubuh demi jiwa, tetapi Dia makan dan memelihara tubuh-Nya sesuai kebutuhan-Nya.
P. Bagaimana saya melepaskan tubuh saya, cinta saya, dan nafsu
terhadap lawan jenis?
G. Jangan lepaskan, kalau tidak kita tidak akan pernah
punya anak-anak. Normal saja dan punya satu saja; punya satu teman hidup saja,
ya? Bila Anda punya teman sejiwa yang cocok, dan sebuah cinta yang tiga dimensi;
fisikal, emosional, dan mental, maka itu bagus. Lalu, apa yang disebut keinginan
tubuh akan kehilangan kekuatan cengkeramnya setelah Anda membiasakan diri dengan
hubungan yang stabil atau dengan pernikahan. Jangan kuatir, ini baru permulaan.
P. Haruskah seseorang berusaha menekan energi seksual untuk
mencapai Pencerahan?
G. Tidak, tidak, santai saja. Semua energi dan perjuangan
Anda untuk melawan dorongan seksual sebaiknya dipakai untuk meditasi. Mengapa
Anda begitu menyiksa diri? Ini adalah fenomena alami, yang lama kelamaan akan
berkurang intensitasnya. Jika Anda menikah, semua hal, bahkan nafsu akan segera
berkurang. Semakin Anda bermeditasi, maka semakin banyak kenikmatan Surgawi yang
akan Anda temukan. Seks, saya beritahu Anda, adalah pengganti dari kebahagiaan
Surgawi. Dan karena banyak dari kita kurang akan kebahagiaan sejati, maka kita
selalu mencari dan melekat kepada pengganti yang lebih rendah. Tetapi jika kita
mengetahui yang sejati, maka yang lain akan segera kehilangan daya tariknya.
Seperti jika kita semakin dewasa, semua mainan, mobil-mobilan plastik tidak
berarti lagi bagi kita. Karena sekarang kita punya Mercedes Benz, Roll Royce,
Cadillac, atau mobil-mobil yang lain. Kita tahu larinya kencang dan lebih
berguna. Jadi jangan kuatir tentang masalah seksual, dapatkanlah Pencerahan.
Setelah Pencerahan, jangan takut kehilangan apapun. Nikmati semua
hal secara lebih intensif, tapi Anda tahu kapan dan bagaimana, dan jangan salah
gunakan daya untuk kenikmatan seperti sebelum Pencerahan. Anda mungkin
berhubungan seks sekali-sekali, jika Anda menginginkan dan menikmatinya. Tetapi
Pencerahan adalah tujuan utama dalam kehidupan Anda, dan tidak akan meninggalkan
Anda setelah inisiasi. Yang akan selalu mendorong Anda dan Anda tidak akan
mundur, Anda tidak akan menjadi bodoh lagi. Dan bahkan jika Anda sekali-sekali
melakukannya dengan istri Anda, memangnya mengapa? Tuhan tidak terlalu peduli!
(Tertawa) Anda terlalu takut akan segalanya. Bahkan sedikit seks menakutkan
Anda. Tidak ada yang terlalu menakutkan!
P. Apa pendapat Anda tentang aborsi, dan kapan menurut Anda
sang jiwa memasuki tubuh?
G. Oh, seharusnya jangan ada aborsi. Tidak ada persoalan
tentang kapan jiwa memasuki tubuh; itu persoalan tentang pikiran jahat dan
kecenderungan kita untuk membunuh. Hal itu yang harus dihentikan, kecenderungan
untuk membunuh. Tidak ada gunanya untuk bertanya kepada saya kapan jiwa masuk ke
dalam tubuh. Ketika Anda menginginkan aborsi, Anda sudah mempunyai kecenderungan
membunuh, dan ini yang harus kita hilangkan. Kita harus membina kasih sayang
suci dan kebijaksanaan dan tidak condong ke arah negatif dari kehidupan kita.
Semakin kita condong ke sana, semakin rendah kita, dan semakin kita terpuruk.
Anda harus semakin melatih diri dalam meditasi, dan suatu hari Anda dapat
mengetahui kapan jiwa masuk ke kandungan. Tidak ada waktu yang pasti kapan jiwa
masuk. Ia bisa keluar dan kembali lagi! Jadi Anda tidak pernah tahu jiwa ada di
dalam atau tidak. Walau jiwa belum di sana, kita sudah punya kecenderungan
membunuh, membunuh darah dan daging kita, dan itu tidak baik. Jika Anda membunuh
musuh, atau hewan buas yang membahayakan, paling tidak Anda punya alasan
untuk melindungi diri. Tapi jika Anda membunuh jiwa tak berdosa, jangan
tanya..., membunuh jiwa tak berdosa tidak baik. Tolong jangan sampai punya
gagasan yang menurunkan derajat Anda sendiri. Sesulit apapun situasinya, Anda
akan bisa mengatasinya. Berdoalah kepada Tuhan, temukan penyelesaiannya atau
berikan anak tersebut ke panti asuhan. Banyak suami istri di dunia ini ingin
punya anak; mereka bisa mengadopsi bayi. Jadi jangan sampai punya gagasan
tersebut.
P. Apakah mungkin menjadi suci sepenuhnya dan manusia
sepenuhnya pada waktu yang sama?
G. Ya, orang yang suci sepenuhnya adalah manusia seutuhnya.
Seorang manusia yang utuh adalah orang yang suci sepenuhnya. Sekarang ini kita
hanya setengah manusia. Kita bertindak dengan ragu-ragu, dengan ego, dan tidak
percaya bahwa Tuhan mengatur segalanya untuk kenikmatan dan pengalaman kita.
Kita memisahkan dosa dan kebajikan. Kita membesar-besarkan setiap hal; kita
menghakimi diri sendiri dan orang lain, dan menderita sendiri karena pembatasan
kita tentang apa yang seharusnya dilakukan Tuhan.
Sebenarnya Tuhan di dalam kita dan kita membatasi-Nya. Kita suka
menikmati diri sendiri, tapi kita tidak tahu. Kita berkata pada diri sendiri,
“Saya tidak boleh berbuat ini.” Tetapi mengapa harus vegetarian? Sederhana saja
karena Tuhan di dalam diri kita menginginkan itu. Hal ini menegaskan prinsip
bahwa kita tidak ingin dibunuh. Kita sendiri tidak ingin dibunuh atau harta
milik kita dicuri. Sekarang, bila kita melakukan ke orang lain, artinya kita
menentang diri sendiri, dan ini membuat kita menderita. Anda tidak boleh memukul
diri sendiri atau melaparkan diri, contohnya: sama halnya dengan pembunuhan.
Kita tidak boleh membunuh, karena berlawanan dengan prinsip kehidupan, dan
membuat kita menderita, jadi kita tidak melakukannya. Bukan berarti kita
membatasi diri dengan cara itu. Artinya kita merentangkan kehidupan kita pada
semua bentuk kehidupan, tidak hanya manusia tetapi juga pada hewan. Kehidupan
kita tidak dibatasi tubuh ini, tetapi juga menjangkau hewan dan semua makhluk
hidup. Hal ini membuat kita jadi besar dan menimbulkan keagungan kita.
|
 |